Kemarau Panjang, Status Tanggap Darurat Kekeringan Diusulkan Oleh BPBD Kabupaten Mojokerto.

Kemarau Panjang, Status Tanggap Darurat Kekeringan Diusulkan Oleh BPBD Kabupaten Mojokerto.
top banner

Kemarau Panjang, Status Tanggap Darurat Kekeringan Diusulkan Oleh BPBD Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto, Nawacita – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto memaksa mengusulkan peningkatan tingkat tanggap darurat kekeringan akibat kebakaran hutan (karhutla) dan potensi kekeringan.

Usulan telah diluncurkan ke meja sekda hingga Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dan rencana ini bertujuan untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang agar dapat segera ditangani.

Ada empat faktor pertimbangan utama yang diperhitungkan oleh BPBD dalam rekomendasi ini untuk menaikkan status waspada bencana. Di antaranya adalah arahan dari Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa agar setiap daerah tetap waspada terhadap ancaman bencana pada tahun 2023.

Baca Juga : Catat, Ini Waktu Ambil Miqat Bagi Jemaah Haji Kabupaten Mojokerto

BMKG juga memprediksi untuk fenomena gelombang El Nino yang akan terjadi saat musim kemarau yang lebih panjang tahun ini, mulai Mei dan berlangsung hingga November.

Kemudian ada tiga desa yang sumber mata airnya mulai mengalami krisis dan adanya permintaan dropping air bersih. Dan terakhir, dalam beberapa hari terakhir ini telah terjadi sejumlah kebakaran hutan (Karhutla).

“Mulai kemarin, sudah kami naikkan usulan ke pemda untuk diteliti sebelum ditetapkan oleh ibu Bupati Mojokerto,” terang kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, Yo’ie Afrida Soesetyo Djati, Selasa (30/5/2023).

Baca Juga : Cegah Kampanye Terselubung, Bawaslu Mojokerto Awasi Reses Anggota DPRD

Yo’ie juga mencantumkan berbagai prosedur penanganan dalam usulannya. Mulai dengan bantuan dropping air bersih ke tiga desa di lereng Gunung Penanggungan yang terdampak parah akibat kekeringan.

“Tiga desa yang berpotensi mengalami kekeringan yakni Desa Manduromanggunggajah yang berpenduduk 2.142 jiwa, Desa Duyung di Kecamatan Trawas yang berpenduduk 831 jiwa, dan Desa Kunjorowesi yang berpenduduk 1.635 jiwa,” ujarnya.

Mulai Juni bulan depan, BPBD akan membantu kebutuhan air bersih warga sehari-hari. Dengan asumsi setiap hari ada 10 truk tangki yang masing-masing berkapasitas 4.000 liter. “Bahkan nantinya kami sertakan pula anggaran bantuan dropping air bersih kurang lebih Rp 200 juta,” katanya.

Baca Juga : Diduga Konsleting Listrik, Pabrik Arang di Mojokerto Ludes di Lalap si Jago Merah

Pihaknya juga akan menyiapkan beberapa petugas, mulai dari potensi relawan, dan partisipasi masyarakat. Dimulai dengan 6 regu pemadam kebakaran (damkar) atau 59 orang, relawan dari BPBD dan Tahura, dan potensi masyarakat yang mungkin jumlahnya ratusan.

“Mereka disarankan untuk siap siaga jika terjadi bencana, membantu dalam segala hal mulai dari memadamkan api hingga mengevakuasi korban hingga memberikan bantuan droping air bersih selama musim kemarau dan untuk mempersiapkan potensi bencana kekeringan, kami telah melibatkan sejumlah elemen dari organisasi relawan maupun masyarakat,” tandasnya.

Dn

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here