Sepatu Ecoprint Mojokerto, Bisa Bikin Tampil Beda

Sepatu ecoprint buatan Joko Purnomo. Foto : Fio Atmaja
Sepatu ecoprint buatan Joko Purnomo. Foto : Fio Atmaja
top banner

Sepatu Ecoprint Mojokerto, Bisa Bikin Tampil Beda

Mojokerto, Nawacita – Dalam penak pikiran akan menjadi suatu pertanyaan, apa jadinya jika daun dan tumbuhan ditempelkan pada sepatu? Tentunya akan membuat nuasa baru dan memukau bagus yang mengenakannya. Ecoprint namanya, di tangan Joko Purnomo (33) warga asal lingkungan Kemasan Gang 7, Blooto, Prajurit Kulon, Kota Mojokerto telah mampu menciptakan produk yang dikenal dengan nama ecoprint.

Dinamai Sepatu Ecoprint, karena memang sepatu tersebut berdasarkan cara pembuatan alami menggunakan bahan-bahan alam, seperti daun, batang, akar dan sejumlah bahan dari pohon-pohonana yang menghasilkan warna ketika direbus.

Siapa sangka sosoknya yang berambut gondrong tersebut ternyata seorang pengrajin sepatu tenun dan ecoprint yang mampu dihasilkan dari tangan kreatifnya itu.

Bertempat di rumahnya seluas kurang lebih 6×6 meter itu, Joko mampu membuat sepatu dengan nuansa etnik dan motif ecoprint. awalnya dia mengikuti sejumlah pelatihan ecoprint yang digelar oleh Pemerintah Kota Mojokerto.

Kakak dari Joko yang sedang mengerjakan sepatu ecoprint. Foto: Fio Atmaja
Kakak dari Joko yang sedang mengerjakan sepatu ecoprint. Foto: Fio Atmaja

“Pada awalnya saya mengikuti pelatihan ecoprint yang diselenggarakan oleh Pemkot Mojokerto. Pelatihan itu memberi contoh aplikasi ecoprint pada kain kanvas. Setelah pulang, selebihnya terserah peserta mau dijadikan apa. Saya lalu kepikiran dibikin sepatu itu,” ungkapnya, Minggu (26/3/2023).

Pada waktu itu masih pandemi COVID – 19, tepatnya pada 2020 tahun lalu, bahan kain seperti kain tenun tak luput dia coba pada produk sepatunya. Ternyata hasilnya memuaskan hingga Joko Purnomo memutuskan memproduksi sepatu ecoprint secara massal.

Usaha alas kaki yang ditekuni Mas Pur ini sudah lama sejak 2013 lalu, dengan menggunakan bahan yang dia pakai berasal dari karung goni atau menonjolkan nuansa etnik. Melalui eksperimen untuk menciptakan perpaduan di sepatu dengan kain goni, akhirnya dia menambahkan lini usahanya dengan produk sepatu ecoprint.

“Dulunya motif etnik dibikin dari kain goni, namun sekarang dengan kain tenun dan tambah motif ecoprint,” ucapnya.

Menurutnya, alasannya usaha ecoprint menjadi usaha prioritas nya karena beberapa bahan seperti daun – daun sangat mudah ditemui di lingkungannya.

“Mulai daun jati, daun kauka, daun jarak kepyar serta daun kenikir menjadi bahan yang sering saya pakai dan saya pilih itu karena gampang,” ujarnya.

Selain fokus ke sepatu ecoprint, Mas Pur juga masih menerima pengerjaan sepatu kain tenun. Bahan kain tenun yang dia pakai didatangkan dari Jepara, Jawa Tengah.

Baca Juga: Tenun Motif Candi Wringinlawang dan Surya Majapahit Jadi Icon Pengrajin Tenun Tradisional di Mojokerto

Mas Pur sendiri memasarkan produk nya di luar Mojokerto, produk nya kebanyakan berasal dari daerah Kota – Kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.

“Dalam skala lokal Mojokerto kurang diminati. Justru pasar utama saya di kota besar kayak Jakarta atau Surabaya. Mungkin banyak yang minat nuansa etniknya,” tuturnya.

Sepatu Ecoprint yang dihasilkan oleh Mas Pur bahkan bisa di pesen sesuai permintaan, hal ini sering dia dapatkan dari platform media sosial Facebook.

“Pesanan saya selain model yang udah ada itu bisa custom juga mas. Jadi yang pesan bisa ngasih model atau warna. Kayak pesan model sepatu boots, slip on, sepatu bertali, atau sepatu lainnya. Pesanan juga bisa partai, seminggu saya bisa bikin 500 pasang,” terangnya.

Sepatu ecoprint sendiri dia jual dengan rentang harga mulai Rp150-200 ribu per pasang. Dia juga melayani pesanan secara partai. Baginya, dalam satu minggu dia bisa melayani hingga 500 pasang sepatu.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here