Pengertian Hablum Minallah Dan Hablum Minannas, Makna serta Contohnya

Pengertian Hablum Minallah Dan Hablum Minannas
Pengertian Hablum Minallah Dan Hablum Minannas, Makna serta Contohnya
top banner

Pengertian Hablum Minallah Dan Hablum Minannas, Manfaat serta Contohnya

JAKARTA, Nawacita – Pengertian Hablum Minallah Dan Hablum Minannas, Dalam agama Islam, seseorang diharuskan untuk menjaga hubungan dengan manusia dan kepada Allah. Hubungan manusia dengan manusia disebut dengan Hablum Minannas, sedangkan hubungan manusia dengan Allah disebut Hablum Minallah.

Namun, pada artikel ini, kita akan membahas lebih jauh tentang dan hablum minallah hablum minannas. Jadi, tetap simak artikel ini sampai selesai.

Pengertian Hablum Minallah Dan Hablum Minannas

Sebagai umat muslim kita harus menjaga hablum minallah dan hablum minannas. Lalu, apa yang dimaksud hablum minallah dan hablum minannas? Pengertian dari ilmu tersebut harus dipahami oleh setiap muslim agar dalam pelaksanaannya selalu seimbang di kehidupan dunia.

Ilmu tersebut juga harus diamalkan secara rutin, walaupun pada hakikatnya Hablum Minannas dan Hablum Minallah mempunyai tujuan yang vertikal, yaitu mendapatkan ridho Allah SWT. Allah tidak akan memuliakan orang yang hanya berhubungan dengan Allah saja, namun dengan sesama manusianya dia tidak mempunyai hubungan yang baik.

Ibadah seorang Muslim diyakini kurang sempurna tanpa adanya keseimbangan antara Hablum Minallah dan Hablum Minannas. Allah juga tidak akan ridho kepada orang yang tidak ingin berhubungan dengan Allah, meskipun dia berhubungan dengan baik dengan sesama manusia.

Cenderung sia-sia amal seseorang yang mengerjakan ibadah siang dan malam namun lisannya masih dipakai untuk melakukan dosa. Ilmu tentang hablum minallah dan hablum minannas ini disebutkan oleh Allah SWT sangking pentingnya dalam kehidupan yang harus dijalani oleh umat muslim secara langsung dalam Al-Qur’an surat Ali ‘Imran ayat 112:

ٱلْمَسْكَنَةُ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا۟ يَكْفُرُونَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَيَقْتُلُونَ ٱلْأَنۢبِيَآءَ بِغَيْرِ حَقٍّ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوا۟ وَّكَانُوا۟ يَعْتَدُونَ

ḍuribat ‘alaihimuż-żillatu aina mā ṡuqifū illā biḥablim minallāhi wa ḥablim minan-nāsi wa bā`ụ bigaḍabim minallāhi wa ḍuribat ‘alaihimul-maskanah, żālika bi`annahum kānụ yakfurụna bi`āyātillāhi wa yaqtulụnal-ambiyā`a bighoiri ḥaqq, żālika bimā ‘aṣaw wa kānụ ya’tadụn

Artinya: “Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.” (Q.S. Ali ‘Imran: 122).

Dalam ayat di atas, Hablum Minallah maknanya perjanjian dari Allah yaitu masuk Islam atau beriman-Islam dan siap melaksanakan rukun iman dan Islam.

Hablum Minannas bermakna perjanjian dari kaum Mukminin dalam bentuk jaminan keamanan bagi orang kafir dzimmi dengan membayar upeti bagi kaum Mukminin melalui pemerintahnya untuk hidup sebagai warga negara Islam dari kalangan minoritas non-Muslim.

Hablum Minallah

Hablumminallah adalah suatu perilaku atau tindakan dalam menjaga hubungan dengan Allah, seperti menjalani perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Kita sebagai umat muslim harus berada di tengah-tengah atau seimbang. Kesalehan individu harus sama baiknya dengan kesalehan sosial. Jika rajin sholat, zakat, puasa, dzikir, doa, alias hubungan dengan Allah baik, tetapi hubungan dengan sesama manusia buruk, maka bisa-bisa jadi “orang bangkrut” di akhirat nanti.

Baca Juga: Pengertian Mahram dan Muhrim dalam Islam serta Perbedaannya Agar Tidak Keliru

Contoh Perilaku Hablum Minallah

Contohnya perilaku yang mencerminkan hablum minallah menurut Imam Al Ghazali yakni sebagai berikut:

  • Menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT

Umat muslim harus bertaqwa kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Sikap tersebut disebut juga bertaqwa kepada Allah.

Seseorang yang bertaqwa kepada akan selalu mendapatkan petunjuk serta hidayah dari Allah SWT. Sedangkan, bagi orang-orang zalim, tidak akan mendapatkan apapun selain kerugian.

Pengertian Hablum Minallah Dan Hablum Minannas
Pengertian Hablum Minallah Dan Hablum Minannas, Makna serta Contohnya.

Taqwa merupakan pembatas bagi umat muslim untuk melindungi diri sendiri dari kemurkaan Allah SWT. Bagi setiap muslim yang taat melaksanakan perintah-Nya, pasti akan mendapatkan ganjaran kebaikan, dan jika melakukan yang dilarang oleh Allah akan mendapatkan balasannya. Dengan bertaqwa, seorang hamba akan selalu merasa cukup dengan rezeki yang diperolehnya.

  • Ikhlas dan Terima Segala Ketentuan Allah SWT

Sebagai umat islam yang bertaqwa, kita harus ikhlas dan terima dengan ketentuan dan takdir serta pembagian rezeki dari Allah SWT. Segala yang telah ditetapkan oleh allah SWT merupakan takdir yang terbaik untuk kita.

  • Meninggalkan kehendak nafsunya untuk mencari keridhaan Allah SWT

Setiap manusia memiliki hawa nafsu, tetapi sebagai umat muslim yang bertaqwa, kita harus berusaha untuk meninggalkan hawa nafsu kita. Hidup di dunia tentunya kita perlu mencari keridhaan Allah SWT. Dengan ridha Allah SWT maka hidup kita akan menjadi lebih bersyukur dan bahagia.

Ibadah adalah tujuan penciptaan manusia oleh Allah SWT. Sebagaimana dalam firman Allah SWT menerangkan tentang kewajiban ibadah hanya kepadaNya dalam Qur’an Surat Adz-Dzariyat 56 dan Qur’an Surat Al-Bayyinah ayat 5 yaitu:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (QS. Adz-Dzariyat: 56).

وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ

Artinya: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.” (QS Al-Bayyinah: 5).

Pengertian Hablum Minannas

Hablum Minannas dimaknai sebagai tindakan menjaga hubungan kepada sesama manusia dengan senantiasa menjaga hubungan baik, menjaga tali silaturahmi, mempunyai kepedulian sosial, tepa selira, saling tolong menolong, tenggang rasa dan saling menghormati.

Hablum minannas merupakan konsep hubungan antara manusia dengan manusia lainnya. Semuanya mencakup dimensi religius dan sosial yang dimana keduanya dapat diimplementasikan dalam kehidupan manusia yaitu bermasyarakat dan membentuk manusia yang beriman.

Muamalah sendiri mempunyai banyak cabang, di antaranya politik, ekonomi dan sosial. Secara umum muamalah mencakup dua aspek, yakni aspek adabiyah dan madaniyah. Berikut penjelasannya yaitu:

  1. Aspek adabiyah adalah suatu kegiatan atau aktivitas muamalah yang berkaitan dengan akhlak. Misalnya sopan santun, kejujuran, dan lain-lain.
  2. Aspek madaniyah adalah aspek yang berhubungan dengan kebendaan, seperti halal haram, syubhat, mudharatan, dan lainnya.

Dari pentingnya Hablum minannas ini sampai Allah SWT menerangkan di dalam Al Qur’an Surat An Nisa ayat 36 yaitu sebagai berikut :

وَاعْبُدُواْ اللَّهَ وَلاَ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالجَنبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لاَ يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالاً فَخُورًا

Artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh dan teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahaya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (Surah An-Nisa Ayat 36)

Adapun selanjutnya yang termasuk dalam perilaku yang mencerminkan hablum minannas pada intinya adalah sikap dan kebaikan kita pada sesama manusia. Yang mana mencerminkan hidup bertetangga, bersaudara dan kerabat yang lebih condong kepada kebaikan.

Baca Juga: Pengertian Mukjizat, Karomah, Maunah dan Irhas, Beserta Contoh dan Dalilnya

Contoh Perilaku Hablum Minannas

Contoh perilakunya menurut Imam Ghazali di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Saling Membantu

Seperti halnya saat ini, dimensi sosial perlahan mulai luntur. Kelunturan tersebut menjadi sangat penting. Sesama manusia kita harus saling tolong menolong merupakan salah satu tindakan yang diwajibkan oleh Allah dan merupakan salah satu contoh Hablum Minannas.

Bagi orang yang memiliki sikap menolong dengan ilmunya seperti halnya seorang guru. Orang yang memiliki badan sehat akan menjenguk orang yang sedang sakit dan mendoakannya. Ketika kita memberikan pertolongan kepada seseorang, secara psikologis bukan hanya berdampak kepada orang lain tetapi juga berdampak pada diri sendiri.

Dampak positif bisa kita rasakan seperti mengurangi depresi. Perasaan bahagia ketika kita bisa membantu orang lain. Dengan menolong seseorang seakan hidup kita sangat berguna bagi orang lain. Secara tidak sadar akan membuat hidup kita lebih optimis.

Dampak lain bisa berupa ketenangan hati. Menolong orang yang lebih membutuhkan membuat kita sadar bahwa masih banyak yang lebih membutuhkan daripada kita. Kesadaran seperti ini akan terlihat dan akan memberikan dampak pada prasangka positif terhadap-Nya.

2. Memberi Makan Anak Yatim

Dalam agama Islam, menyantuni, mengasihi anak yatim sangat mulia. Pahala yang besar akan diterima bagi siapa saja yang turut menyantuni anak yatim. Berikut ini keutamaan dalam menyantuni anak yatim dalam agama Islam, yaitu:

  • Dijamin akan masuk surga
  • Mendapatkan pertolongan langsung dari Allah SWT
  • Mendapat Gelar Abror (Orang yang Taat kepada Allah)
  • Terhindar dari siksaan di akhirat
  • Sebagai Amal untuk Bekal di Akhirat
  • Berkesempatan Menjadi Teman Rasulullah di Surga

3. Ikhlas Dalam Segala Hal

Ikhlas adalah kalimat yang sangat mudah untuk diucapkan tetapi dalam praktiknya tidak mudah. Ikhlas dapat diartikan sebagai sebuah pelepasan emosi yang negatif dari dalam jiwa manusia, sehingga memiliki sikap tulus dan menerima segala sesuatu yang terjadi kepada kita.

Manusia yang ikhlas adalah mereka yang melakukan segala perbuatannya karena Allah semata, tanpa mengharap balasan dari manusia lainnya. Mereka akan berusaha ikhlas dengan segala cobaan yang terjadi dan berusaha untuk berpikir positif.

4. Mengasihi Orang Kurang Mampu

Sesama manusia kita tentunya harus memiliki rasa sosial yang tinggi terhadap sesama. Setiap hari hendaknya menjadi kesempatan bagi kita untuk meningkatkan rasa belas kasih terhadap orang-orang tak berpunya. Setiap sedekah yang dilandasi hati ikhlas kepada mereka akan sangat berarti. Mereka menerimanya dengan suka cita dan penuh harap.

Jika kita mencontoh perbuatan Rasulullah yang selalu berusaha memberikan atau membantu apa yang beliau miliki kepada kaum fakir miskin. Bila beliau tidak punya sesuatu, beliau tetap berusaha untuk memberi solusi atas permasalahan yang menimpa walaupun harus meminta kepada para sahabatnya. Yang jelas, beliau tidak pernah meninggalkan seorang fakir tanpa pertolongan pun.

5. Berbaik Sangka atau Husnudzon

Secara etimologi husnudzdzon berasal dari dua kata bahasa Arab, husn yaitu baik dan az-zan dapat diartikan sangka atau prasangka. Maka arti dari husnudzon yaitu berbaik sangka.

Husnudzon menjadi suatu landasan untuk manusia agar selalu berpikir positif atas segala peristiwa yang telah dan akan dialami. Terdapat dua model pengaplikasian husnudzon ini yaitu husnudzon kepada Allah dan kepada manusia. Husnudzon kepada Allah yaitu berbaik sangka atas segala sesuatu yang diberikan oleh-Nya. Selanjutnya, husnudzon kepada sesama manusia.

6. Menjaga Silaturahmi

Silaturahmi sendiri berasal dari Arab yang tersusun dari dua kosakata, shilah yaitu menyambung dan rahim berarti wanita. Jadi arti dari silaturahmi adalah menyambung hubungan dengan kerabat. Selain itu, menyambung hubungan kekerabatan, silaturahim juga memiliki arti yang berbeda ketika kalimatnya diubah menjadi silaturahmi.

Dalam ayat Al-Qur’an memerintahkan kita sebagai umat muslim agar hidup berdampingan dengan menjalin kasih sayang. Silaturahmi juga dibutuhkan oleh kita sebagai makhluk sosial yang menginginkan adanya hubungan baik dengan sesama manusia.

Demikian pembahasan tentang hablum minallah dan hablum minannas. Setelah membaca artikel ini sampai selesai, semoga saja bisa memberikan manfaat.

gramdnws.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here