PWNU Jabar Siap Terima Tantangan Ketum PBNU Sambut Abad 2 NU

PWNU Jabar
Wakil Ketua PWNU Jawa Barat KH Hasyim Asyari (tengah) bersama para pengurus PWNU Jabar.
top banner

Komitmen PWNU Jabar Sambut Abad 2 NU

Bandung, Nawacita – Semarak dan khidmat Puncak Resepsi Hari Lahir (Harlah) Satu Abad (100 Tahun) Nahdlatul Ulama di Sidoarjo 7 Februari 2023 juga dirayakan umat NU di Provinsi Jawa Barat. Hampir semua PCNU di Jawa Barat menggelar acara pengajian serta kegiatan-kegiatan untuk masyarakat secara luas.

Wakil Ketua Bidang Kaderisasi PWNU Jawa Barat, KH Ahmad Hasyim Asyari mengungkapkan, Jamaah NU dari berbagai cabang di Jawa Barat awalnya sejak jauh-jauh hari akan berangkat ke Sidoarjo. Tapi karena ada himbauan dari PBNU untuk tidak berangkat, akhirnya yang berangkat hanya sebagian saja. “Kalau berangkat semua, dua kota bisa penuh karena banyak sekali yang pengen berangkat karena kecintaan warga Jawa Barat pada organisasi besar ini,” jelas Hasyim Asyari, Sabtu (11/3/2023).

PWNU Jabar
Wakil Ketua PWNU Jawa Barat KH Hasyim Asyari (tengah) bersama para pengurus PWNU Jabar.

Dua kota yang dimaksud bakal dipenuhi warga Jawa Barat adalah kota Surabaya dan Sidoarjo. Ini mengingat jamaah NU di Jawa Barat sangat besar dan merata di hampir seluruh kabupaten/kota.
“Akhirnya cabang-cabang membangun kemeriahan tersendiri di daerahny masing-masing.
Ada salah satu PCNU, seperti Bandung Barat, menggabungkan peringatan Harlah 1 Abad dengan acara Isro’ Mi’roj sehingga banyak jamaah yang hadir,” sebutnya.

Baca Juga : Sebelum Ikuti Harlah 1 Abad NU, Presiden Ajak Makan Para Pengawal

Beberapa PCNU selain menggelar pengajian juga pelatihan. Dengan mendatangkan mubaligh serta instruktur dari PWNU Jawa Barat. “Mubaligh dari PWNU Jabar sampai habis, karena seluruhnya datang ke cabang-cabang di waktu yang hampir bersamaan untuk memeriahkan Harlah 1 Abad NU ini,” jelas Ketua Umum Dewan Masjid Raya Bandung ini.

Antusias Jamaah NU Jawa Barat ini tidak akan berhenti sampai disini saja. Menurut KH Hasyim Asyari, PWNU Jawa Barat juga punya semangat menjawab tantangan menyambut Abad ke-2 Nahdlatul Ulama ini. “Kami siap menjawab tantangan dari Ketua Umum PBNU. Bahwa kader dan pengurus NU harus terlatih meningkatkan kapasitas diri dalam berkhidmat pada jamaah dan jamiyah. Kemudian melakukan program-program unggulan,” sebutnya.

Alhamdulillah di Bulan Februari Maret 2023 ini, Bidang Kaderisasi sudah melakukan rangkaian pelatihan dan pelaksanaan program unggulan di 12 titik di Jawa Barat. Dalam bentuk peningkatan kapasitas, kualitas dan khidmat terhadap Jam’iyah NU Jawa Barat. “Khususnya masyarakat tingkat bawah di tingkat desa. Seperti memperhatikan kualitas ekonominya, kesehatan dan pendidikannya,” terangnya.

PWNU Jawa Barat sebagai organisasi besar, dalam hal ini tidak masuk di Ranah politik, tapi murni pelayanan kepada masyarakat untuk mencetak generasi yang lebih baik. Misalnya di dunia pendidikan, akan dilakukan kegiatan nyata dalam mempermudah akses talenta orang daerah yang memiliki kemampuan lebih baik. Santri atau anak muda yang punya kemampuan di bidang teknologi dan bidang apapun agar mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik. Karena pada suatu saat mereka Insya Allah akan menjadi pemimpin di negeri ini. “Jangan sampai talenta yang baik itu terputus karena tidak adanya akses mendapatkan pendidikan yang baik,” tuturnya.

Begitu juga soal kesehatan, kata KH Hasyim Asyari, urusan kesehatan harus terus diperhatikan serius. Dengan cara penyediaan klinik-klinik di tingkat MWC (Majelis Wilayah Kecamatan) NU. Saat ini ada beberapa PCNU yang programnya mewajibkan MWC NU memiliki klinik kesehatan.
“Ini artinya program-program tersebut tidak hanya menjadi Catatan saja, tapi juga terwujud dan bisa dirasakan manfaatnya untuk kader dan jam’iyah NU secara luas,” pungkasnya.

Seperti diketahui, dalam puncak acara Harlah 1 Abad NU, Ketum PBNU KH Yahya Tsaqut Qoumas menyampaikan bahwa satu abad kemarin adalah Riyadhoh, atau tirakat para ulama, kyai dan seluruh Umat Nahdlatul ulama. Kemudian menyambut abad 2 ini, NU harus melangkahkan kaki untuk bersyukur dan tabarruk dengan hikmah sekuat-kuatnya dengan kerja keras. “Kerja lebih cerdas, Kerja sepenuh ikhlas untuk mendapatkan bagian dari barokah raksasa itu bagi diri kita masing-masing. Selamat datang di Abad ke Nahdlatul Ulama,” ucap KH Yahya dalam pidatonya. bdo

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here