BNPB Beri Dana Siap Pakai untuk Penanganan Erupsi Semeru Sebesar Rp250 Juta

0
158
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Prasinta Dewi (baju putih dengan rompi cokelat) meninjau langsung salah satu desa terdampak di Desa Kajar Kuning yang berada di Kecamatan Candipuro, Lumajang.

BNPB Beri Dana Siap Pakai untuk Penanganan Erupsi Semeru Sebesar Rp250 Juta

Jakarta, Nawacita | BNPB beri Dana Siap Pakai untuk penanganan erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang sebesar Rp 250 juta. Bantuan yang diserahkan BNPB melalui Bupati Lumajang ini ditujukan untuk operasional pos komando (posko) penanganan darurat Awan Panas Guguran (APG) Semeru.

“Bantuan ini untuk operasional di posko tanggap darurat, harapannya Lumajang ini segera bangkit dan akan lebih siap dan siaga lagi ke depannya untuk menghadapi bencana,” kata Prasinta dikutip dari siaran pers BNPB, Rabu (7/12/2022).

Selain DSP, BNPB juga memberikan bantuan logistik senilai 100 juta untuk penanganan pengungsi warga terdampak APG Semeru.

BNPB siap mendampingi Pemkab Lumajang untuk penanganan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Setelah tahap tanggap darurat selesai, pemerintah Kabupatan Lumajang dapat kembali berbenah dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana.

BNPB memberikan bantuan Dana Siap Pakai (DSP) sebesar Rp 250 juta untuk penanganan Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Prasinta Dewi yang mewakili Kepala BNPB, kepada Bupati Kabupaten Lumajang di Pendopo Bupati Kabupaten Lumajang (07/12/2022).

“BNPB akan selalu siap membantu dan mendampingi Pemkab Lumajang untuk melaksanakan program-program kesiapsiagaan dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam merespon bencana,” katanya.

Hingga Rabu, tidak ada laporan korban jiwa meninggal dunia akibat peristiwa tersebut. Bupati Kabupaten Lumajang, Thoriqul Haq mengatakan pemerintah kabupaten dan masyarakat sudah mengambil pelajaran baik dari kejadian tahun lalu.

“Terima kasih kami sampaikan kepada BNPB yang selalu memberikan perhatiannya kepada kami, mulai dari bencana tahun lalu hingga saat ini, yang hasilnya pada peristiwa APG kemarin tidak menimbulkan korban jiwa,” katanya.

Dia menilai, warga semakin baik dalam merespon peringatan dini dari pemerintah dan petugas di lapangan.

“Alam memberikan pelajaran kepada kami. Kalau dilihat dari dampaknya memang masih ada beberapa yang terdampak parah, namun APG kemarin sudah direspon masyarakat dengan cepat. Masyarakat saat ini sudah tahu harus berbuat apa dan kemana untuk melakukan evakuasi apabila Gunung Semeru kembali erupsi,” katanya.

Baca Juga: Tim Gabungan Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi Erupsi Semeru, Sediakan 600 Porsi Sehari

Selain memberikan bantuan, Prasinta juga berkesempatan untuk mengunjungi langsung salah satu pos pengungsian di Pos Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro. Prasinta juga menyempatkan diri untuk meninjau langsung salah satu desa terdampak paling parah yaitu Desa Kajar Kuning yang berada di Kecamatan Candipuro. Desa tersebut diperkirakan hanya berjarak 15 km dari Gunung Semeru.

Dari hasil pantauan di lapangan, terlihat rumah-rumah dan jalan yang masih tertutup material vulkanik dari Gunung Semeru. Desa tersebut masuk ke dalam Zona Merah atau Kawasan Rawan Bencana III yang berptensi terlanda awan panas.

Jumlah warga mengungsi saat ini tersisa 560 jiwa yang tersebar di 10 titik pengungsian. Kebanyakan warga yang masih mengungsi merupakan warga yang rumahnya berada di zona merah.

Meskipun aktivitas vulkanik trennya semakin menurun, hingga Rabu, Gunung Semeru masih berstatus Level IV atau awas. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 17 km dari puncak pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepian sungai karena adanya potensi banjir lahar dingin. rpblk

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here