Thursday, July 18, 2024
HomeDAERAHGelontorkan 400 Milyar Produsen Pakan Ternak Belanda Bangun Pabrik di Pasuruan

Gelontorkan 400 Milyar Produsen Pakan Ternak Belanda Bangun Pabrik di Pasuruan

Pasuruan, Nawacita – Industri peternakan masih menjadi daya tarik investor asing.

Kali ini produsen pakan global De Heus meresmikan pabrik terbarunya di Pasuruan, Jawa Timur.

Pabrik pakan ayam itu menyasar wilayah Indonesia Timur.

Presiden Direktur De Heus Indonesia Kay de Vreese menjelaskan, sebenarnya pabrik itu menjadi fasilitas produksi pertama yang didirikan perusahaan Belanda tersebut. 

Sejak masuk pasar Indonesia pada 2018, langkah yang dilakukan hanyalah mengakuisisi pabrik.

’’Awalnya, kami mengakuisisi pabrik di Bekasi, Jawa Barat. Setelah itu, kami mengakuisisi dua pabrik lagi di Bogor, Jawa Barat, dan Mojokerto, Jawa Timur,’’ paparnya dalam peresmian pabrik di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) kemarin (2/11).

Pabrik terbaru itu, lanjut Kay, dirancang dengan sistem otomasi serta berkapasitas 25 ribu metrik ton (MT) per bulan. Dia menyatakan, pabrik yang menyerap investasi Rp 400 miliar tersebut ditujukan untuk menyasar Indonesia Timur. Terutama di Jawa Timur yang memang menjadi salah satu kontributor terbesar bagi Indonesia. ’’Kapasitas produksi pabrik masih bisa ditingkatkan hingga dua kali lipat. Bergantung perkembangan ke depan,’’ ujarnya.

Sementara itu, Commercial Director De Heus Indonesia Edi Wahyu Cahyono mengungkapkan, dengan kapasitas produksi existing saat ini, produksi hanya berkontribusi 4 persen dari total kinerja global perusahaannya. Dengan pabrik baru tersebut, dia menargetkan setidaknya bisa menggenjot sumbangan menjadi 5 persen.

Saat ini perusahaan itu sudah beroperasi di 75 negara. Total kapasitas global mencapai 12 juta ton per tahun. ’’Pasar Indonesia berpotensi. Karena itu, kami bekerja sama dengan peternak rakyat untuk bisa meningkatkan ekosistem peternakan, termasuk dari teknologi genetik hewan ternak,’’ jelasnya.

Pabrik baru juga bakal mendorong industri pertanian. Sebab, pihaknya butuh pasokan grain yang banyak untuk memproduksi pakan. Sebanyak 70 persen komponen yang dibutuhkan adalah jagung dan dedak. Sisanya, 30 persen, merupakan produk protein yang memang harus diimpor. ’’Kali ini kami sudah menjalin kerja sama dengan petani jagung lokal untuk memasok kami,’’ katanya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendorong para pelaku usaha dan industri pakan untuk melakukan penyerapan jagung dan dedak. Berdasar hasil survei BPS mengenai struktur ongkos usaha peternakan, komponen pakan berkontribusi 56,95 persen terhadap total biaya pada budi daya ayam ras pedaging di tingkat peternakan rakyat. Untuk budi daya ayam ras petelur, biaya pakan bahkan mencapai 70,97 persen.

Dia menuturkan, pertanian dan peternakan adalah sektor yang memberikan solusi konkret bagi tumbuh kembangnya sebuah ekonomi. ’’Saya berharap keberadaan pabrik pakan di sini akan memberikan nilai manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar,’’ tuturnya. RBG

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru