Survei ARCI: Elektabilitas Demokrat Naik Signifikan Karena Figur Emil Dardak 

Survei ARCI: Elektabilitas Demokrat Naik Signifikan Karena Figur Emil Dardak 
Survei ARCI: Elektabilitas Demokrat Naik Signifikan Karena Figur Emil Dardak 
top banner

Survei ARCI: Elektabilitas Demokrat Naik Signifikan Karena Figur Emil Dardak

Surabaya, Nawacita | Hasil survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) menyatakan elektabilitas Demokrat naik signifikan dalam tiga bulan terakhir di Jawa Timur.

Data yang dirilis ARCI elektabilitas partai besutan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu mencapai 9,7 persen. Perolehan itu menempatkan Demokrat berada diposisi kelima di Jatim, di bawah Golkar 10,2 persen, Gerindra 15,4 persen, PDIP 16,1 persen dan PKB 16,8 persen.

Angka itu melonjak tajam dari survei ARCI tiga bulan lalu yang menyebutkan Demokrat hanya meraih 6, 17%.

“Kenaikan ini karena faktor keterkenalan dari Emil Dardak yang disukai generasi milenial,” kata Direktur ARCI Baihaqi Sirait pada Senin (19/9).

Emil Dardak
Emil Dardak

Menurut dia, sosok Emil yang direpresentasikan sebagai figur yang muda dan cerdas mampu menarik suara milenial untuk memilih Partai Demokrat.

“Emil faktor yang muda dan cerdas. Ini yang menjadi faktor utama. Memang ini berperan penting membuat Demokrat naik siginifikan,” tambahnya.

Survei ARCI dilakukan pada 5-12 September 2022 di seluruh 38 kabupaten/kota Jatim. Survei ini menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah responden sebanyak 1.200 dengan margin of error sebesar 2,8%.

Disisi lain, Pengamat Politik dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Moch Mubarok Muharam menyebut Wakil Gubernur Jawa Timur itu sebagai tokoh yang memiliki kecerdasan mewakili kaum milenial.

“Pengaruh jabatan sebagai Wakil Gubernur menjadi modal besar bagi Demokrat yang memiliki Ketua Partai Politik seperti Emil. Karena jabatan publik memiliki keuntungan mendayagunakan untuk memperluas jaringan, apalagi Wakil Gubernur leluasa kemana-mana,” kata Mubarok kepada wartawan di Surabaya.

Ketua Lembaga Transformasi (Letram) ini menjelaskan naik atau turunnya elektabilitas partai politik dipengaruhi dua faktor.

Pertama performa Dewan Pimpinan Pusat, termasuk simbol ketua umum. Kedua performa Ketua Dewan Pimpinan Wilayah atau Daerah.

Baca Juga: Rapimnas Partai Demokrat Satu Suara Dukung AHY Jadi Kontestan Pilpres 2024

Menurut dia, sebagai simbol, keduanya beriringan. Sehingga jika keduanya menunjukkan persepsi positif di kalangan publik maka elektabilitas partai akan naik.

Mubarok meyakini pada Pemilu 2024, Demokrat masih berpeluang mampu menaikkan elektabilitasnya.

“Yang menjadi catatan, keberadaan Ketua Demokrat Jatim ini masih di bawah bayang-bayang Gubernur Khofifah. Sebagai Wakil Gubernur, eksistensi Emil  seolah kalah dengan gubernur,” kata dia.

Dengan sisa waktu 1 tahun 6 bulan menjelang Pemilu 2024, Mubarok menyarankan Emil segera keluar dari bayang-bayang Gubernur Jatim jika ingin menaikkan elektabilitasnya ataupun parpolnya. “Dia harus menjadi dirinya sendiri,” ujar Mubarok. antr

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here