23 Juli: Hari Anak Nasional, Simak Tema dan Sejarahnya!

0
131
23 Juli: Hari Anak Nasional
23 Juli: Hari Anak Nasional

23 Juli: Hari Anak Nasional, Simak Tema dan Sejarahnya!

Jakarta, Nawacita | Hari Anak Nasional 2022 jatuh pada tanggal 23 Juli 2022 mendatang. Peringatan Hari Anak Nasional sebagai bentuk penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa.

Kegiatan Hari Anak Nasional diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kemenpppa RI). Berikut serba-serbi Hari Anak Nasional 2022.

Sejarah Hari Anak Nasional

Sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984, Hari Anak Nasional diperingati setiap tanggal 23 Juli. Usulan itu dimulai dari disahkannya Undang-Undang No. 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak disahkan pada 23 Juli 1979.

23 Juli: Hari Anak Nasional
23 Juli: Hari Anak Nasional

Pada tahun 1984, Presiden Soeharto menggagas Hari Anak Nasional untuk ditetapkan sebagai salah satu hari penting nasional. Saat itu, Soeharto menilai anak-anak adalah aset kemajuan bangsa sehingga perlu diberi peringatan. Sejak saat itu, perayaan anak-anak terus digelar untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara yang ramah anak.

Tema Hari Anak Nasional 2022

Melansir dari situs resmi Kemenppa RI, Hari Anak Nasional (HAN) 2022 mengusung tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” dengan tagline #PeduliPascaPandemiCOVID19, #AnakTangguhPascaPandemiCOVID19, #AnakTangguhIndonesiaLestari. Meskipun dilaksanakan dalam masa pandemi Corona, diharapkan HAN 2022 dapat menjangkau lebih banyak anak-anak di seluruh Indonesia.

Baca Juga: 22 Juli Sejarah Dunia: Sarawak Merdeka dari Inggris Hingga Jokowi-JK Menang Pilpres 2014

Di samping itu, ada beberapa tujuan khusus dalam pelaksanaan Hari Anak Nasional, di antaranya:

  • Memberikan pemahaman bahwa anak merupakan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa.
  • Mendorong pemerintah, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga kemasyarakatan, dunia pendidikan dan media massa menjadi leading sector untuk melakukan kerja-kerja aktif yang berimplikasi terhadap tumbuh kembang anak.
  • Mendorong terwujudnya Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030.
  • Meningkatkan peran keluarga dalam pengasuhan positif.
  • Menurunkan angka kekerasan terhadap anak.
  • Mencegah dan menurunkan angka pekerja anak atau anak yang dieksploitasi secara ekonomi.
  • Memastikan anak tetap mendapatkan hak belajar, bermain dan bergembira pasca pandemi COVID-19 sehingga tidak terjadi perkawinan di usia anak.

dtk

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY