Kekerasan dan Pelecehan Seksual dalam Dunia Kerja Kerap Dialami Penyandang Disabilitas

0
133
Kekerasan dan Pelecehan Seksual dalam Dunia Kerja Kerap Dialami Penyandang Disabilitas
Kekerasan dan Pelecehan Seksual dalam Dunia Kerja Kerap Dialami Penyandang Disabilitas

Kekerasan dan Pelecehan Seksual dalam Dunia Kerja Kerap Dialami Penyandang Disabilitas

Jakarta, Nawacita | Kekerasan dan pelecehan seksual dalam dunia kerja kerap dialami penyandang disabilitas. Diskriminasi yang terjadi kepada para pekerja disabilitas yaitu mulai dari proses lamaran kerja, kurangnya akomodasi dan perlindungan, tidak ramahnya gedung atau kantor untuk para disabilitas.

“Orang-orang disabilitas di dunia kerja perlu memiliki perlindungan yang komprehensif dalam kekerasan dan pelecehan seksual. Oleh karena itu Konvensi ILO 190 memperluas ruang lingkup perlindungan dengan berkembangnya lingkungan dunia kerja di masa sekarang,” kata Head of Advocacy Division Yapesdi, Kynan Reihan, dalam Media Gathering, Konvensi ILO 190, Jumat (22/7).

“Kurangnya akomodasi itu menyebabkan penyandang disabilitas bekerja di sektor informal, sukarelawan. Mereka itu membutuhkan perlindungan dari kekerasan dan pelecehan seksual. Mereka juga masih kurang memiliki kesempatan bekerja di kantor-kantor tidak ramah disabilitas,” terang Kynan.

pekerja penyandang disabilitas
pekerja penyandang disabilitas

Menurut data Penelitian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Indonesia pada akhir 2016 menunjukkan hanya 51,2 persen penyandang disabilitas berpartisipasi dalam pasar kerja, dibandingkan non-disabilitas yang mencapai 70,40 persen.

Konvensi ILO 190 mempertimbangkan fakta bahwa kerja saat ini sering sekali dilakukan tidak di tempat kerja fisik. Sehingga konvensi ini juga mencakup komunikasi yang berhubungan dengan kerja termasuk yang mungkin terjadi melalui teknologi.

Baca Juga: Bank Jatim Support Layanan Dokumen Disabilitas di 38 Kabupaten/Kota

Kynan menerangkan serangkaian perilaku dan praktik yang tidak dapat diterima yang bertujuan, mengakibatkan, atau mungkin menimbulkan cedera secara fisik, psikologis, seksual, dan ekonomi bisa terjadi bahkan melalui media online.

“Jadi perkembangan yang ada saat ini untuk melindungi orang yang di dunia kerja, salah satunya disabilitas untuk dari pelecehan dan kekerasan yang terjadi. Ancaman kekerasan dan juga pelecehan ini juga sering terjadi secara online,” ujar Kynan.

Konvensi ILO 190 ini melindungi semua pekerja termasuk pekerja yang selama ini diinformalkan seperti pekerja rumah tangga, pekerja magang dan sebagainya. Serta memastikan tempat kerja yang lebih aman dan lebih produktif dengan melindungi kelompok yang paling rentan. mrdk

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY