Strategi Menko Airlangga untuk Mengatasi Krisis Pangan

0
258
Strategi Menko Airlangga untuk Mengatasi Krisis Pangan
Strategi Menko Airlangga untuk Mengatasi Krisis Pangan

Strategi Menko Airlangga untuk Mengatasi Krisis Pangan

Jakarta, Nawacita | Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto punya strategi untuk mengatasi krisis pangan yang saat ini mengancam dunia yaitu Indonesia perlu mengurangi sampah makanan.

“Inisiatif kecil seperti mengubah menu prasmanan ke ala carte dan menyimpan makanan dengan baik dapat memberikan dampak yang signifikan,” kata Airlangga dalam G20 High Level Seminar: Strengthening Global Collaboration for Tackling Food Insecurity, Bali, Jumat (15/7).

Upaya lain yang dilakukan pemerintah yakni mengembangkan diversifikasi pangan lokal. Semisal sagu, sorgum, singkong, dan buah-buahan lokal sebagai upaya optimalisasi potensi pemanfaatan lahan dan pangan lokal.

Baca Juga: Antisipasi Krisis Pangan, Pemerintah akan Redistribusi Pupuk

“Upaya diversifikasi pangan lokal dilakukan juga untuk mengembangkan industri pengolahan pangan lokal,” kata dia.

Selain itu, Indonesia saat ini juga tengah membangun ketahanan pangan dalam jangka panjang. Indonesia melakukan penguatan yang lebih komprehensif pada rantai produksi pertanian dari hulu ke hilir.

Indonesia mengembangkan Corporate Farming, Closed Loop, Food Estate, dan sistem terintegrasi dari hulu hingga hilir dengan melibatkan semua pemangku kepentingan. “Di hulu, Pemerintah telah mengembangkan kebijakan untuk melindungi sawah di 8 provinsi seluas 3,8 juta hektar dan akan terus meluas ke provinsi lain,” katanya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Sementara itu, di hilir, Pemerintah memastikan konsumen mendapatkan akses pangan yang aman dan berkualitas melalui penguatan cadangan pangan nasional. Terutama di tingkat petani, pembangunan infrastruktur, dan logistik pangan.

Airlangga pun mengajak negara-negara di dunia perlu mempercepat dan memperkuat kolaborasi global untuk mengatasi tantangan yang ada dalam ketahanan pangan. Menurutnya kolaborasi antar negara dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan global sangat penting.

“Negara-negara G20 perlu berkomitmen untuk bahu membahu dan memperkuat kolaborasi global untuk mengatasi tantangan ketahanan pangan global,” kata dia.

Indonesia meyakini setiap negara, perlu menyediakan dan menyiapkan cadangan minimum pangan yang tidak hanya untuk satu negara, tetapi juga untuk negara lain.

“Negara-negara perlu bekerja sama untuk saling menyiapkan cadangan pasokan pangan, sehingga kita dapat bertukar ketika sangat membutuhkan,” tandasnya. mrdk

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY