24 Juni: Hari Bidan Nasional, Simak Sejarahnya!

0
103
24 Juni: Hari Bidan Nasional

Jakarta, Nawacita | Hari Bidan Nasional jatuh pada tanggal 24 Juni. Profesi bidan sudah tidak asing lagi karena banyak membantu masyarakat dapat proses melahirkan anak.

Dikutip dari laman Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Bidan adalah perempuan lulusan dari pendidikan bidan serta diakui oleh pemerintah dan organisasi profesi wilayah Negara Republik Indonesia.

Seorang bidan adalah orang yang telah memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk diregister, sertifikasi, dan atau secara salah mendapat lisensi untuk perjalanan praktik kebidanan.

Baca Juga: Sejarah Hari Janda Internasional yang Diperingati pada 23 Juni

Sejarah Hari Bidan Nasional

Dikutip dari laman resmi Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat (Promkes) Kementerian Kesehatan (Kemkes), peringatan Hari Bidan Nasional jatuh pada Rabu (24/6/2022). Tanggal 24 Juni bertepatan dengan lahirnya IBI.

Melansir dari laman resmi IBI, pada tahun 1951, IBI dikukuhkan melalui konferensi bidan pertama yang diselenggarakan di Jakarta, 24 Juni 1951. Konferensi tersebut diprakarsai oleh bidan-bidan senior yang berdomisili di Jakarta. Konferensi bidan pertama ini menghasilkan pendirian sebuah organisasi profesi bernama IBI.

Baca Juga: 23 Juni Sejarah Dunia: Pertempuran Uji Hingga Inggris Kuasai Benggala

Organisasi IBI ini dibuat dengan bentuk kesatuan, bersifat nasional, berazaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Melalui konferensi IBI tersebut, pertama kali juga dirumuskan tujuan IBI, antara lain:

1. Menggalang persatuan dan persaudaraan antar sesama bidan serta kaum wanita pada umumnya, dalam rangka memperkokoh persatuan bangsa.
2. Membina pengetahuan dan keterampilan anggota dalam profesi kebidanan, khususnya dalam pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta kesejahteraan keluarga.
3. Membantu pemerintah dalam pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
4. Meningkatkan martabat dan kedudukan bidan dalam masyarakat.

ilustrasi bidan

“Dengan landasan dan arah tersebut, dari tahun ke tahun IBI terus berkembang dengan hasil-hasil perjuangannya yang semakin nyata dan telah dapat dirasakan manfaatnya baik oleh masyarakat maupun pemerintah sendiri,” demikian keterangan IBI melalui laman resminya, yang dikutip detikcom, Kamis (23/6/2022).

Secara nasional, IBI telah diakui sebagai organisasi berbadan hukum yang sah dan terdaftar dalam Lembaga Negara nomor: J.A.5/92/7 Tahun 1954 tanggal 15 Oktober 1954 (Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia). Hal ini terjadi setelah tiga tahun konferensi IDI Pertama.

Bukan hanya diakui pada tingkat nasional, IBI diterima sebagai anggota ICM (International Confederation of Midwives) pada tahun 1956. Sejak saat itu, IBI selalu aktif mengikuti kegiatan organisasi kongres ICM ataupun kongres ICM Regional Asia Pasific (Aspac). dtk

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY