Hajar Aswad Selalu Dijaga 24 Jam, Ini Alasannya

Hajar Aswad Selalu Dijaga 24 Jam, Ini Alasannya
top banner

JAKARTA, Nawacita – Untuk pertama kalinya sejak pandemi, Indonesia kembali memberangkatkan jamaah haji ke Tanah Suci Mekkah dan Madinah. Salah satu situs suci yang biasa dikunjungi para jamaah haji saat di Mekkah adalah sebuah batu hitam yang disebut Hajar Aswad.

Berdasarkan laman resmi Kemenag, sejumlah askar atau tentara penjaga 24 jam penuh menjaga sudut Kabah tempat di mana Hajar Aswad menempel agar tidak tersentuh jamaah. Pemandangan ini terlihat Kamis (2/6/2022) saat jurnalis yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) menunaikan umrah.

Sejumlah jemaah yang menjalankan tawaf pun tampak memahami kebijakan Saudi ini. Mereka tidak berani merangsek demi bisa mencium Hajar Aswad atau batu hitam itu. Sebagian lain hanya berupaya mendekat untuk sekadar melihat lebih jelas. Beberapa jemaah yang dinilai terlalu lama berada di dekat Hajar Aswad kemudian diminta mundur oleh askar.

Larangan mencium Hajar Aswad tersebut kemungkinan besar tetap akan diberlakukan pada musim haji tahun ini. Apalagi, masih ada risiko tertular virus berbahaya seperti Covid.

Baca Juga: Sumur Zamzam di Mekkah, Ini Fakta-fakta yang Jarang Diketahui

Untuk itu, jemaah Indonesia juga diimbau untuk tidak memaksakan diri mendekat atau bahkan menciumnya. Jelang puncak haji, kondisi di Masjidil Haram dipastikan sesak. Ini berpotensi menimbulkan risiko dan bahaya tersendiri bagi jemaah jika harus berdesak-desakan demi bisa lebih dekat dengan Hajar Aswad.

Tahun ini, Saudi untuk pertama kalinya membuka pelaksanaan haji dengan kuota jemaah cukup banyak, yakni 1 juta orang dari kondisi normal sebanyak 3 juta orang.

“Mencium atau menyentuh Hajar Aswad itu sunnah, jadi jangan sampai dipaksakan,” ujar Kepala Seksi Petugas dan Keamanan Jamaah Daker Bandara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Maskat.

Tak hanya di titik Hajar Aswad, seluruh bagian Kabah juga tak bisa dipegang para jemaah karena diberi pembatas berikut para Askar yang siaga berjaga. Di Hijr Ismail situasinya juga tak berbeda. Semuanya tertutup. Pembatasan akses ini sebenarnya telah berlaku cukup lama, tepatnya kala pandemi Covid-19 melanda Saudi di awal 2020. Hingga saat ini, pembatasan itu tetap diberlakukan sebagai strategi Saudi mencegah penularan virus corona.

cnbnws.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here