Nurdiansyah Ragukan Ketegasan Joko Widodo Tolak Penundaan Pemilu

0
129
Ketua Fraksi Demokrat DPR Aceh Drh Nurdiansyah Alasta M Kes

Banda Aceh, Nawacita | Ketua Fraksi Demokrat DPR Aceh Drh Nurdiansyah Alasta M Kes, meragukan sikap tegas Presiden Joko Widodo atas penetapan Pemilihan Umum  (Pemilu) pada tanggal 14 February 2024.

Nurdiansyah mengatakan sampai saat ini, anggaran Pemilu belum tersedia sepenuhnya, sebab Anggaran Pemasukan dan Belanja Negara (APBN) telah terpakai untuk pemindahan Ibu Kota baru.

“Memang Jokowi sudah dua kali menolak untuk penundaan Pemilu, tapi yang terjadi di lapangan berbeda, jangan-jangan ada yang mainkan. Contoh melalui anggaran Pemilu, kita dengar anggaran ini belum tersedia sepenuhnya,” ungkap Nurdiansyah kepada rekan media, Banda Aceh, Selasa (12/4/2022).

Ia mengatakan apa yang disampaikan oleh Presiden berbanding terbalik dengan fakta yang terjadi.

“Rakyat Aceh jangan sampai tertipu untuk yang kedua kalinya, pertama sudah di wacanakan Pilkada di Tahun 2022 dengan UUPA ke khususan Aceh,  jika sempat tahun 2024 tidak terjadinya Pemilu berarti rakyat Aceh sudah 2 kali ditipu oleh pemerintah Pusat,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan DPRA terutama Fraksi Demokrat juga menolak dengan keras, ide dan upaya pemilu ditunda.

Karena menurut Nurdiansyah, hal ini merusak tatanan demokrasi yang telah dibangun pasca Reformasi.

Baca Juga: Ketua Fraksi Demokrat Aceh Sebut Tuntutan Mahasiswa Sejalan Dengan AHY

“Kita tau rakyat tidak mau ditunda atau diperpanjang jabatan Presiden, ada oknum yang mengatakan bahwa perpanjangan Presiden adalah suara rakyat, jadi pertanyaannya rakyat yang mana?, karena semua badan survei jelas menyebutkan aturan tentang Pemilu tetap berjalan seperti biasa,  tidak ada hal yang menunda pemilu di tahun 2024.” Sebutnya.

Kata dia Nurdiansyah, 80 % masyarakat meminta Pemilu dilaksanakan di 2024.

“Sebab Aceh juga tidak ingin di pimpin oleh bukan keinginan rakyat,” lugasnya.

Nurdiansyah juga memastikan hal ini akan disampaikan ke pemerintah Pusat melalui komisi atau Lembaga DPRA bahwa rakyat Aceh tegas menolak penundaan pemilu di tahun 2024.

“Fraksi Demokrat DPRA akan memperjuangkan dan menyampaikan persoalan ini kepada Lembaga DPRA, supaya ini bulat menjadi suara Lembaga Aceh dan harus dijawab langsung oleh pemerintah pusat atas nama Presiden,” tuturnya.

“Kita berharap adanya jiwa kebangsaan yang diperlihatkan oleh Presiden agar nantinya hal ini benar-benar keinginan rakyat ,  demokrasi yang harus kita jaga dan tidak ada niat jahat didalamnya,” demikian Nurdiansyah.

Umr.

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail
Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

LEAVE A REPLY