Di Berbagai Wilayah Rentan, BNPB Pasang Instrumen Peringatan Dini

0
106
ilustrasi alat deteksi dini tsunami

Jakarta, Nawacita | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupaya meningkatkan kesadaran bencana di tingkat masyarakat dengan memasang instrumen peringatan dini di berbagai wilayah rentan.

Afril Rosya Direktur Peringatan Dini BNPB mengatakan upaya peningkatan kesadaran masyarakat diantaranya dengan memberikan fasilitasi, dan menyiapkan stimulan dalam peringatan dini bencana.

“Kami sudah melakukan peringatan dini bencana sejak 2015 hingga 2019 dengan memasang instrumen sistem peringatan dini di 115 kabupaten/kota,” ujar Afril dalam diskusi “Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB): Efektifitas Peringatan Dini dalam Penguatan Respon Masyarakat,” Senin (11/4/2022).

Baca Juga: BNPB Bagikan Belasan Ribu Masker untuk Jamaah di Masjid Istiqlal

“Tidak hanya kita fokus menyiapkan instrumen semata, tapi kita lengkapi dengan penguatan kapasitas. Karena kita tahu risiko itu adalah bagian terintegrasi, juga dengan sejauh mana kapasitas kesiapan di masyarakat, dan sebesar apa ancaman yang ada,” ujar dia.

Dalam peningkatan kapasitas tersebut, Afril mengatakan ada beberapa tahapan dilakukan sesuai ISO 22327 yaitu tentang sistem peringatan dini bencana longsor. Dia mengatakan walaupun ini lebih kepada longsor, tetapi semua itu dipraktekkan ke sistem peringatan secara umum.

“Dari budaya sadar bencana itu harus dibangun dan kita tahu persis setiap daerah memiliki kerentanan yang berbeda,” ujarnya.

Setiap daerah memiliki kapasitas masyarakat yang berbeda. Tentunya, juga harus ada pendekatan yang berbeda juga untuk masing-masing masyarakat.

“Makanya sistem peringatan dini berbasis masyarakat ini memang harus ditumbuhkembangkan, tidak hanya di level nasional yang difasilitasi oleh BNPB, tapi juga bisa direplikasi oleh teman-teman di daerah,” ujar Afril.

Baca Juga: BNPB Kirim Tim untuk Bantu Penanganan Gempa di Nias Selatan

Dia juga mengatakan permasalahan sekarang terkait dengan posisi instrumen peringatan dini, terkadang Pemerintah daerah tidak memiliki alokasi anggaran yang cukup untuk merawat, memelihara alat atau mungkin sistem informasi peringatan dini yang sudah BNPB coba fasilitasi.

“Kemudian, kita juga memfasilitasi penyusunan peta evakuasi dan jalur evakuasi. Jika terjadi suatu kondisi darurat dan diberikan peringatan dini maka peta evakuasi dan jalur evakuasi ini sudah dipahami oleh masyarakat. Sehingga sangat mudah untuk masyarakat seragam merespon peringatan dini yang diberikan,” ujar dia.

Yang terakhir adalah simulasi, bagaimana peta evakuasi, kemudian jalur evakuasi, kemudian tempat evakuasi itu bisa benar-benar dipahami oleh masyarakat. Sehingga dalam pelaksanaannya bisa diterapkan suatu pemberian skenario skenario yang paling mungkin, berdasarkan historis kejadian bencana yang ada di masyarakat. ss

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail
Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

LEAVE A REPLY