Pemerintah DIY Ubah Skema PTM Dibagi jadi 2 Sif

0
185
Pemerintah DIY Ubah Skema PTM Dibagi jadi 2 Sif

Yogyakarta, Nawacita | Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengubah skema pembelajaran tatap muka (PTM) menyusul lonjakan kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir. Sejumlah sekolah diminta membagi jam masuk, kelas pagi dan siang, dengan membatasi jumlah siswa 50 persen dari kapasitas kelas.

Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga (Disdikpora) DIY Didik Wardaya mengatakan ketentuan ini berlaku untuk sekolah dengan jumlah siswa lebih dari 200 orang.

“Melihat perkembangan Covid-19 itu, sekolah dengan jumlah siswa di atas 200 memang kita minta sementara PTM 50 persen,” kata Didik saat dihubungi, Rabu (2/2).

“PTM 50 persen itu bukan berarti kemudian siswanya bergantian (hari), tapi kita buat sif siang dan pagi. Setiap hari memang 100 persen tapi bergantian pelaksanaannya,” ujarnya.

Antara sif pagi dan siang, kata Didik, diberi jeda waktu satu jam. Durasi untuk satu jam pelajaran juga dikurangi dari 35-40 menit menjadi 25 menit.

“Guru tidak terlalu capek dalam mengajar, tapi keterpenuhan siswa mendapatkan pelajaran itu bisa tetap dapat tatap muka tapi bergantian,” katanya.

Didik menyebut keterbatasan waktu penyampaian materi bisa diatasi dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Artinya, konsep pembelajaran ini juga bisa dioptimalkan oleh masing-masing sekolah.

“Ini mulai efektif besok pagi, tapi hari ini ada yang sudah menerapkan. Yang gede-gede (jumlah siswa di atas 200) sudah 50 persen,” ujarnya.

“Kalau SD dan SMP kemarin di dinas kabupaten/kota rata-rata juga sudah sepakat dengan kita,” katanya.

Ketentuan lain berkaitan pelaksanaan PTM terbatas, menurut Didik, berpedoman pada Surat Keputusan Bersama 4 Menteri.

Kasus Covid-19 di DIY sendiri per 1 Februari 2022 naik lebih dari 100 persen dibanding sehari sebelumnya. Total tercatat penambahan 114 kasus kemarin. Angka ini melampaui rekor di bulan Januari lalu sebanyak 69 kasus.

Kabupaten Sleman, pada tanggal 1 Februari kemarin menyumbang kasus terbanyak dengan total 64 kasus. Disusul Bantul 22 kasus, Kota Yogyakarta 13 kasus, Gunungkidul 9 kasus, dan Kulon Progo 6 kasus.

Distribusi kasus berdasarkan riwayat, meliputi hasil tracing kontak sebanyak 80 kasus dan periksa mandiri 34 kasus. Dengan penambahan hari ini, total kasus aktif tercatat sebanyak 496.

cnn.

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY