Selamat Datang 2022, Ethereum diprediksi Kejar Bitcoin Tahun ini

0
372
Ethereum, mata uang kripto yang diprediksi positif di tahun 2022

Jakarta | Nawacita – Tahun 2022 bakal menjadi sejarah baru mata uang kripto jenis Etherium. TapiApakah uang kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Binance Coin, Dogecoin, Shiba Inu akan kembali moncer pada tahun 2022? Simak prediksi uang kripto yang bakal memberi cuan besar tahun 2022 berikut ini.

Pada perdagangan Selasa (29/12/2021) pukul 15.28 WIB, Coinmarketcap mencatat penurunan harga Bitcoin. Harga uang kripto Bitcoin, yang merupakan crypto currency dengan market cap terbesar, berada di level US$ 47.674,50. Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin turun 3,53%. Dalam 7 hari perdagangan, harga Bitcoin naik 3,43%.

Penurunan harga juga terjadi pada uang kripto lain yang berada di kelompok 5 besar market cap. Harga Ethereum (market cap terbesar kedua) di level US$ 3.792,13, turun 3,45% dalam 24 jam terakhir. Dalam 7 hari perdagangan, harga Ethereum turun 6,41%.

Harga Binance Coin (market cap terbesar ketiga) di level US$ 536,67, turun 2,34% dalam 24 jam perdagangan. Selama 7 hari perdagangan, harga Binance Coin naik 0,28%.

Harga Tether (market cap terbesar keempat) di level US$ 1, turun 0,03% dalam 24 jam perdagangan. Dalam 7 hari perdagangan, harga Tether naik 0,05%.

 

Harga Solana (market cap terbesar kelima) di level US$ 176,75 turun 7,71% dari sehari sebelumnya. Selama 7 hari perdagangan, harga Solana terkoreksi 5,51%.

Penurunan harga juga terjadi pada Degocoin, uang kripto yang sempat dipopulerkan oleh milyarder Elon Musk. Harga Dogecoin di level US$ 0,1757 turun 3,59% dalam 24 jam terakhir. Dogecoin kini di peringkat 11 market cap terbesar.

Uang kripto lain yang juga pernah dipopulerkan Elon Musk, Shiba Inu pun turun harganya. Harga Shiba Inu kini US$ 0,00003547, turun 3,99% dalam 24 jam.

Meski sedang melemah, harga uang kripto sejak awal tahun sudah naik tinggi. Harga Bitcoin misalnya, pada 1 Januari 2021 berada di level US$ 29.404.

Untuk tahun 2022, harga kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Binance Coin, Dogecoin, Shiba Inu dll masih akan fluktuatif. Namun, analis prediksi harga uang kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Binance Coin, Dogecoin, Shiba Inu dll semakin bersinar tahun 2021.

Hal ini terjadi seiring dengan pemulihan ekonomi secara global, di tambah lagi pemerintah mulai serius untuk membentuk bursa kripto. “Di kuartal pertama tahun 2022, kemungkinan besar investor kripto ada 10 juta investor. Ini menandakan terjadi kenaikan yang yang signifikan signifikan yang mendorong penguatan asset kripto. Makin orang suka, pamornya makin tinggi,” kata Ibrahim Assuaibi Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, dilansir dari Kompas.com, Rabu (29/12/2021).

Ibrahim menjelaskan, jumlah investor asset kripto tersebut tidak lepas dari pemulihan ekonomi yang berjalan. Hal ini dapat dilihat dari Bangkok Bank, dan Bank of England (BoE) yang meningkatkan suku bunga, demikian juga dengan Bank Central AS yang menaikkan suku Bunga 0,25 persen.

Namun Ibrahim prediksi uang kripto yang akan banyak digemari investor tahun 2022 bukanlah Bitcoin, Ethereum, Binance Coin, Dogecoin, Shiba Inu dll.

Menurut Ibrahim, tahun depan beberapa mata uang kripto yang akan akan menjadi leader adalah mata uang kripto yang memiliki harga murah. Hal ini, mengingat investor yang akan semakin pintar dalam memilih investasi dengan risiko yang minim. Diantaranya, Solana (SOL), zilSurvey (SRV), Terra (LUNA), dan Polkadot (DOT).

“Di tahun depan, yang menjadi leader adalah turunan kripto yang harganya masih murah. Kalau Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) sudah relative lebih mahal, sehingga banyak investor yang melakukan investasi pada turunan kripto dengan harga yang lebih murah,” ujar dia.

Di sisi lain, pemerintah juga dinilai semakin serius dalam pengembangan bursa kripto. Menurut dia, hal ini penting dilakukan agar investor dana investasi kripto tidak keluar dari tanah air. Dia bilang, jika bursa kripto terbentuk, maka pemerintah otomatis memperoleh keuntungan dari pajak dan pendapatan non pajak.

“Alasan pembentukan bursa kripto di Indonesia, tujuannya agar dana dari investor kripto Indonesia tidak keluar, dan pemerintah tidak mendapatkan apa-apa. Jika bursa kripto terbentuk sebagai komoditas, maka pemerintah akan mendapatkan keuntungan dari pendapatan ajak dan non pajak,” jelasnya.

Prospek cerah perdagangan mata uang kripto juga didukung oleh rencana Bank Indonesia yang akan meluncurkan rupiah digital di tahun 2022. Oleh karena itu, Ibrahim berharap Bappebti dapat focus mengawasi perdagangan asset kripto, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat merealisasikan regulasi untuk 3 hingga 5 tahun kedepan.

“Di tahun 2022, BI akan membangun uang digital. Jadi, saat Bappebti menelurkan bursa kripto, dari segi komoditas berarti OJK juga harus mempersiapkan regulasi amandemen UUD 45 pasal 23 untuk mempersiapkan 3-5 tahun kedepan, karena, suka tidak suka posisi kripto sudah menyebar,” tegas dia.

Kontan

LEAVE A REPLY