Mensos Risma Dukung Hukuman Kebiri Bagi Pelaku Pemerkosa Santriwati di Bandung

0
108
Menteri Sosial Tri Rismaharini saat diwawancarai di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta (14/12/21).

Jakarta, Nawacita – Menteri Sosial Tri Rismaharini mendukung hukuman kebiri bagi Herry Wirawan sebagai pelaku pemerkosa 12 santriwati di Bandung, Jawa Barat. Hukuman tersebut layak dijatuhkan karena, pelaku telah merusak masa depan anak-anak.

“Kalau saya pribadi mendukung karena ini menyangkut masa depan anak,” kata Risma, saat diwawancarai di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta, Selasa (14/12/2021).

Lebih lanjut, Risma menyampaikan, saat ini kondisi korban masih dalam keadaan trauma berat. Yang mana, membutuhkan terapi untuk memulihkan psikologisnya.

“Mereka masih syok, kami belum bisa masuk ke tataran teknis. Kami ada stagingnya untuk mengembalikan kepercayaan diri, hasil laporan itu mereka masih sangat syok,” ucapnya.

Risma juga menyebut, mereka masih berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan. Namun, terkendala dengan dokumen seperti ijazah ataupun rapot yang ternyata tidak mereka miliki.

“Mereka rata-rata ingin masuk sekolah. Permasalahannya adalah mereka saat di pondok itu tidak ada dokumen apapun, rapot gak ada, ijazah gak ada, jadi sekarang bantuan ini yang kita bantu bagaimana mereka mendapatkan dokumen ini kalau dia pindah ke sekolah,” jelas mantan Wali Kota Surabaya itu.

Wacana hukuman kebiri untuk Herry sudah disampaikan juga oleh beberapa pihak. Mulai dari Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) hingga sejumlah anggota DPR RI.

Diberitakan sebelumnya, seorang guru bernama Herry Wirawan (36 tahun) memperkosa 12 santriwati yang sedang menuntut ilmu di sekolah yang dia asuh. Pemerkosaan dia lakukan sejak 2016 di Pondok Tahfidz Madani, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. Sebagian korban bahkan sampai melahirkan anak.

Herry sudah ditahan sejak 28 September lalu. Dia terancam dihukum penjara selama 20 tahun. Belakangan, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat mempertimbangkan untuk menuntut Herry dengan hukuman kebiri.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY