Anggota Komisi VI DPR RI Bongkar Adanya Dugaan Permainan Harga PCR

0
101
Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade

Jakarta, Nawacita – Harga test PCR saat ini menuai banyak kritikan yang mana menyebutkan harga yang selama ini beredar terbilang cukup tinggi. Okeh sebab itu, Komisi VI DPR RI hari ini menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama perusahaan-perusahaan BUMN kesehatan. 

Dalam rapat tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade membongkar adanya permainan bisnis PCR. Ia menduga ada pihak yang melakukan bisnis tipu-tipu dengan menerapkan tarif berbeda tergantung waktu keluarnya hasil PCR. 

“Ada lagi permainan PCR, mau di 1 jam, mau di 6 jam, mau 1×24 jam, mau 2×24 jam, ini publik harus kita bongkar,” kata Andre, Selasa (9/11/2021). 

Lebih lanjut, Andre menjelaskan, mesin-mesin PCR yang ada saat ini bisa menangani banyak spesimen PCR dalam waktu 1 jam. 

“Saya ingin bongkar permainan ini, jadi mesin PCR itu ada yang 96 spesimen per 1 jam, ada yang 48 spesimen per 1 jam, nah lalu mesin ekstraksi itu ada 16 spesimen per 20 menit, ada yang mesin 32 spesimen per 20 menit, ada yang 48 spesimen per 20 menit, dan 96 spesimen per 20 menit,” jelasnya. 

Dengan demikian, seharusnya tidak ada perbedaan harga tergantung waktu keluarnya hasil PCR. Ia menilai, ada perbedaan harga tersebut sangat lucu dan tidak signifikan. Karena itu, dia menduga ada pihak yang memang melakukan tipu-tipu ongkos PCR. 

“Permainannya kan sebenarnya lab-lab itu nggak perlu angka-angka harga 1 jam, 2 jam, 6 jam, karena mereka memutarkan mesin yang sama sebenarnya, lagian juga pasiennya banyak, orang yang nyolok banyak, nggak perlu nunggu karena ribuan 1 mesin lab itu untuk bekerja. Jadi lucu juga dibikin postur biaya seperti itu,” papar Politikus Partai Gerindra itu. 

“Bahwa sebenarnya mau 1 jam, 3 jam, 6 jam, 1×24 jam, 1×48 jam itu nggak penting, nggak signifikan, mesinnya bekerja, jumlah spesimen, jadi mohon maaf ya, diduga ditipu-tipu aja, ongkos bisnis ini. Nah tugas kita, Mas Bimo, BUMN kita selain cari untung juga berpihak untuk rakyat,” tambahnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY