HIPMI dan Kementerian KKP Dorong Penguatan Program #PasarLautIndonesia

0
149
Robert Muda Hartawan Ketua Bidang V BPP HIPMI.

Nawacita | Jakarta – Pandemi Covid-19 berdampak besar pada nelayan, pembudidaya, dan UMKM pengolahan dan pemasaran sektor kelautan dan perikanan. Hal inilah yang kemudian menjadi perhatian utama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Salah satunya dengan menggiatkan program #PasarLautIndonesia yang ditujukan untuk membangkitkan kembali semangat usaha UMKM sebagai wujud keberpihakan KKP kepada masyarakat ekonomi kecil. Yakni melalui Pendampingan dan pelatihan UMKM sektor perikanan dan kelautan agar bisa eksis di pasar online. Membuka akses pasar serta, fasilitasi permodalan menjadi bagian dari program #PasarLautIndonesia. Termasuk wujud kebanggaan kita terhadap produk-produk unggulan Indonesia.

Robert Muda Hartawan, Ketua Bidang V Kemaritiman, Kehutanan dan Lingkungan Hidup BPP HIPMI menyatakan bahwa salah satu sektor yang sangat terdampak akibat adanya pandemi Covid-19 adalah UMKM sektor kelautan dan perikanan. Sehingga harus ada strategi khusus untuk membangkitkan UMKM sektor kelautan dan perikanan dengan adanya program-program Pemerintah untuk melakukan pendampingan dan pelatihan UMKM agar dapat mengakses pasar online dalam menawarkan produk-produknya.

“Peluncuran program #PasarLautIndonesia merupakan upaya mengenalkan produk-produk UMKM sektor kelautan dan perikanan, seperti produk pangan, kecantikan, dan kerajinan tangan dan melakukan pendampingan dan pelatihan UMKM agar dapat mengakses pasar online dalam menawarkan produk-produknya,” ujar Robert, Senin (1/11/2021).

Menurutnya, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah meluncurkan galeri #PasarLautIndonesia. Program ini berada dibawah Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP).

Dimana Pengembangan galeri ini merupakan bagian dari dukungan KKP pada gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI). Dengan program ini juga nelayan hingga UMKM sektor kelautan dan perikanan turunannya diberikan akses modal untuk meningkatkan produktivitas yang terkena dampak akibat adanya Pandemi Covid-19. “Tentunya HIPMI selalu mendorong dan mendukung program pemerintah khususnya #PasarLautIndonesia dengan memberikan pemahaman kepada anggota-anggota HIPMI di daerah untuk dapat membantu mensosialosasikan program ini,” ungkap Robert.

Dengan potensi Indonesia di dunia perikanan yang sangat besar, telah tercatat 1.355 usaha mikro kecil menengah (UMKM) dari berbagai daerah telah bergabung dalam program Pasar Laut Indonesia yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia ini. Diantaranya ada 1.355 UMKM terdiri dari 495 UMKM Unggulan, 200 UMKM Bagus dan 655 UMKM Binaan dengan jumlah produk sebanyak 2.299 jenis.

“Indonesia merupakan salah satu negara negara maritim terbesar di dunia, potensinya sangat besar, tinggal bagaimana kita semua mampu menciptakan iklim dalam usaha sektor kelautan dan perikanan ini terutama yang dilakukan oleh UMKM dan mendapatkan akses pasar online di Indonesia lewat platfom teknologi yang ada di Indonesia,” tutup Robert. industry/bdo

LEAVE A REPLY