Sambut Pilpres 2024, Mardani Ali Dorong Pemilih PKS Dukung Ganjar

0
103
Mardani Ali Sera

Jakarta, Nawacita – Politik identitas kembali mengemuka di masyarakan seiring dengan Pemilu Presiden (Pilpres) pada 2024 nanti. Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menegaskan agar politik identitas tidak terjadi di masa-masa pesta demokrasi nanti.

Ia menyebut politik identitas terjadi saat adanya garis yang dibuat secara tegas dan menimbulkan kebencian. Untuk mencegah politik identitas, ia membuat perumpamaan jika pemilih Partai PKS boleh saja memilih Ganjar yang mana merupakan politikus PDIP.

“Sebetulnya kalau orang Jawa memilih orang Jawa, dan orang Padang memilih orang Padang, misalnya itu sih sesuatu yang tidak masalah. Tetapi politik identitas yang saya maksudkan ketika kita mulai membuat garis, menimbulkan kebencian, bahkan menghilangkan keadilan,” ujar Mardani dalam diskusi Empat Pilar MPR yang bertajuk “Merawat Persatuan dan Menolak Politik Identitas Menjelang Pilpres 2024” di Media Center DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (27/10/2021).

“Bahkan saya mendorong pemilih PKS memilih Ganjar, bagus buat saya, pemilih PDIP memilih saya, misalkan. Bagus, asalkan ada dasar-dasarnya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Anggota Komisi II DPR itu, berharap agar politik identitas tidak boleh dipilih dengan alasan apa pun, bahkan sampai memprovokasi pemilih.

“Kalau politik identitas pokoknya nggak boleh dipilih karena tidak rasional dan tidak ada dasar, buat saya. Ini yang harus kita lenturkan, kita harus punya prinsip,” tegasnya.

Tak hanya itu, Mardani pun menyampaikan, politik identitas juga muncul karena adanya ketidakadilan sehingga pemimpin harus kuat dan adil.

“Ketidakadilan inilah yang nanti akan salah satu outputnya adalah tadi yaitu politik identitas karena merasa dengan tidak adil yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin,” ujar Mardani.

Oleh karena itu, PKS memiliki prinsip untuk bekerja sama atau berkoalisi dengan sosok yang memiliki integritas tinggi tanpa memandang SARA.

“Makanya kami di PKS punya prinsip integritas. Siapa pun Anda, agama apa pun, ras apa pun, suku apa, bahkan orientasi apa pun, kalau selama punya integritas, kita bisa kerja sama. Tapi kalau Anda nggak punya integritas, kita menolak untuk kerja samanya,” imbuhnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY