Margarito Kamis : KLB Partai Demokrat Hanya Bisa digelar Pengurus yang Sah

0
452

Jakarta, Nawacita – Penyelenggaraan Kongres atau kongres luar biasa (KLB) pada partai politik hanya bisa diselenggarakan oleh dewan pengurus pusat (DPP) partai politik yang sah dan bukan merupakan kehendak individu.

Hal itu diungkapkan pakar hukum tata negara Margarito Kamis saat menjadi saksi ahli pada sidang gugatan yang dilayangkan kubu KLB Deliserdang terhadap Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Partai Demokrat dengan nomor perkara 150/G/2021/PTUN-JKT di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Jakarta Timur.

“Kongres dan kongres luar biasa itu hanya bisa dilaksanakan oleh DPP yang sah. Pertanyaan sesungguhnya adalah yang kemarin itu apa? Yang salah dari segi hukum, DPP itu organisasi bukan personal,” kata Margarito, saat diwawancarai di PTUN, Jakarta, Kamis (21/10/2021).

Lebih lanjut, ia menilai legalitas dari KLB Deliserdang bisa dilihat dari siapa yang menghadiri kongres.

“Jadi dari situ aja kita bisa ngecek yang sederhana siapa sih yang menyelenggarakan kongres di Deli Serdang kemaren itu. Mau disebut apa kongres itu?” tegasnya.

Sebagai salah aatu saksi yang dihadirkan kubu AHY, Margarito menegaskan, dirinya siap menjadi saksi ahli untuk meluruskan opini juga sebagai bentuk dukungan pada Kementerian Hukum dan HAM yang menolak pengesahan hasil KLB Deli Serdang.

“Saya bilang tidak sah (hasil KLB Deli Serdang). Saya cukup langsung pada waktu itu mengatakan tidak sah apapun alasan,” imbuhnya.

Untuk diketahui, tiga orang mantan kader Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara, (PTUN) Jakarta, dengan nomor perkara 154/G/2021/PTUN-JKT, antara pihak KLB Deliserdang (penggugat) dan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) selaku tergugat serta DPP Partai Demokrat (tergugat II intervensi).

Gugatan tersebut dilayangkan lantaran ketiga kader tersebut menilai terpilihnya AHY sebagai ketua umum pada kongres ke-5 Partai Demokrat tidak sesuai dengan undang-undang partai politik.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY