Erick Tohir Minta Tambahan Modal 35 Triliun untuk 7 BUMN

0
320
Menteri BUMN Erick Thohir

Jakarta, Nawacita – Kementerian BUMN telah mengajukan usulan penyertaan modal negara (PMN) 2021 sebesar Rp 35,135 triliun. Menteri BUMN Erick Thohir menyebut PMN tersebut diberikan kepada tujuh BUMN.

“Pertama Indonesia Financial Group (IFG) sudah putus (final) Rp 20 triliun restrukturisasi dari Jiwasraya,” kata Erick dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, di Gedung Nusantara I, Jakarta, Rabu (22/9/2021).

Lebih lanjut, Erick menyampaikan proses restrukturisasi Jiwasraya menunjukkan progres yang signifikan. Sehingga, permasalahan nasabah bisa secepatnya diselesaikan.

“Restrukturisasi dari Jiwasraya yang sudah mencapai 97 persen para nasabah terkatung-katung bisa diselesaikan dan merupakan legesi Komisi VI mendukung dan prihatin daripada nasabah yang terbengkalai selama belasan tahun,” ucapnya.

Selain IFG, Erick mengatakan PMN 2021 diberikan kepada Hutama Karya (HK) sebesar Rp 6,208 triliun untuk penugasan pembangunan jalan tol Trans Sumatera.

Kemudian, Pelindo III sebesar Rp 1,2 triliun untuk pembangunan pelabuhan Benoa di Bali dan mendorong program Bali Maritim Tourism Hub.

“Lalu Pelindo III mendapatkan PMN sebesar Rp 1,2 triliun untuk melakukan pendalaman pelabuhan karena banyak karang sehingga nanti kapal-kapal pesiar bisa merapat ke Bali secara langsung,” jelas Erick. 

Lalu, PMN juga diberikan kepada Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) sebesar Rp 977 miliar untuk pembangunan kawasan industri terpadu di Batang, Jawa Tengah. KIW di Batang, kata Erick, menjadi bagian penting dalam memastikan percepatan industri baterai.

“Kita ingin memastikan Indonesia tidak menjadi market tapi kita bangun pabrik baterai di Batang. Sudah ada rapat dengan beberapa kementerian soal industri di Batang, ini investasi pascapandemi,” ungkapnya. 

Selanjutnya, ITDC dengan PMN sebesar Rp 470 miliar untuk pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas penunjang serta mendukung kesiapan event Asean Summit di Labuan Bajo, PT PAL sebesar Rp 1,28 triliun untuk penguasaan teknologi pembangunan, pemeliharaan, dan perbaikan kapal selam, dan PLN sebesar Rp 5 triliun untuk pendanaan infrastruktur Ketenagalistrikan, membangun transmisi gardu induk dan distribusi listrik.

Untuk PMN 2022, Erick telah mengusulkan untuk lima BUMN yakni Waskita sebesar Rp 3 triliun untuk penyelesaian ruas tol Kayu Agung-Palembang-Betung dan ruas tol Bogor-Ciawi-Sukabumi. PLN sebesar Rp 5 triliun untuk pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berupa transmisi, gardu induk, dan distribusi listrik desa.

Perumnas sebesar Rp 1,57 triliun untuk memperbaiki struktur permodalan untuk melanjutkan program pengadaan satu juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. dan Adhi Karya sebeser Rp 1,98 triliun untuk penyelesaiaan pembangunan jalan tol Solo-Jogja-Kulonprogo, dan Yogyakarta-Bawen, serta SPAM regional Karian-Serpong; dan Hutama Karya sebesar Rp 23 triliun ditambah Rp 7,5 triliun untuk penyelesaian konstruksi delapan ruas jalan tol Trans Sumatera dengan target tambahan panjang 162 km.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY