Terungkap Ribuan Data Tak Terima Dana Bansos di Kabupaten Bandung

0
238
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI TB Ace Hasan Syadzily dan Mensos Risma. Foto : Alma/nawacita

Jakarta, Nawacita – Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Sosial di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (27/8) menembukan ribuan data yang amburadul. Dalam kunjungan kerja tersebut, di temukan ribuan data penerima bantuan sosial (bansos) yang tidak menerima dana bansos karena tersendat di bank penyalur bansos.

“Untuk PKH (Program Keluarga Harapan) masih ada ditemukan masalah terutama persoalan pendistribusian dari bansos tersebut. Masih ada yang tertahan (dana) dari kartu PKH tersebut, kira-kira sekitar 2.300an untuk PKH,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI TB Ace Hasan Syadzily, usai kunker di Kecamatan Soerang, Kabupaten Bandung, Jumat (27/8/2021).

Selain itu, Ace mengakui menemukan hal serupa pada bantuan sosial lainnya, yakni bantuan sosial tunai (BST) dan bantuan sosial pangan non tunai (BPNT). Ia menyebut sekitar 5000 data gagal salur.

“Untuk lartu sembako, juga sekitar 5 ribuan dan BST kami menemukan ternyata ada sekitar 5 ribuan yang belum terdistribusikan atau yang disebut gagal salur ke masyarakat,” paparnya.

Ace menjelaskan, gagal salur tersebut karena berbagai faktor. Diantaranya keluarga penerima manfaat (KPM) salah alamat, sudah meninggal dan juga pindah alamat.

Sementara itu, Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan monitoring terhadap penyaluran bantuan sosial di berbagai daerah. Hal itu dilakukan agar bantuan sosial dapat tepat sasaran, dan masyarakat yang kesulitan ditengah pandemi Covid-19 dapat terbantu dengan bantuan pemerintah tersebut.

Ia berharap, permasalahan yang ditemukan di Kecamatan Soerang, Kabupaten Bandung bisa segera diselesaikan.

“Saat ini kami sudah longgar, sehingga kami bisa melakukan monitoring di lapangan. Dan itu banyak sekali temuan dan masih banyak lagi di beberapa daerah yang kondisinya sama karena itu kita berharap senin-selasa kelar,” tegasnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY