Pendataan di PT POS bermasalah, Risma Tetap Minta Bansos Selesai 2 Hari

0
352
MEnsos Risma rapat bersama DPR dan PT Pos di Kabupaten Bandung, Jumat (27/8/2021).

Jakarta, Nawacita – Menteri Sosial Tri Rismaharini menemukan ribuan data penerima bantuan sosial tunai (BST) di Kabupaten Bandung belum tersalurkan karena ada terdapat masalah pendataan di PT Pos Indonesia.

Hal ini ditemukan saat melakukan kunjungan kerja bersama Anggota Komisi VIII yang dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily di Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat, (27/8/2021).

Teekait temuan tersebut, Risma memerintahkan agar BST yang masih tersendat ini segera diselesaikan, dalam waktu dua hari.

“Senin-Selasa beres, untuk pendataan antara dinas sosial dengan dukcapil dengan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) proses itu (pendataan),” kata Risma.

Risma pun merasa kaget saat mengetahui jika terjadi permasalahan pendataan di PT Pos Indonesia yang menyebabkan sekitar 5000 data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tersendat. Sehingga gagal disalurkan ke penerima bantuan.

“Saya pikir di PT Pos Indonesia mungkin bisa (menyalurkan), ternyata PT Pos Indonesia punya masalah jadi karena itu akan diselesaikan oleh dinsos kabupaten dan dukcapil kabupaten. Senin-Selasa mudah-mudahan, nanti akan saya pantau progresnya dan kita lihat seperti apa,” tegasnya.

Sebelumnya, dalam diskusi bersama pihak PT Pos Indonesia, Risma bertanya terkait data yang bermasalah. Dan ditemukan sekitar 5000 data yang bermasalah di PT Pos Indonesia.

“PT. Pos Indonesia berapa yang double?,” tanya Risma kepada salah satu perwakilan PT Pos Indonesia Kabupaten Bandung.

Lantas perwakil PT Pos Indonesia itu menjelaskan jika terdapat 5.340 BST yang gagal salur di Kabupaten Bandung. Ia menyebut penyebab gagal salur, karena ada data yang belum lengkap dari RT RW dan Dinas Sosial setempat.

“Kemarin sudah minta bantuan ke dinas untuk melengkapi data, data yang diterima tidak ada RT RW-nya,” jawab pihak PT Pos Indonesia.

Dia menjelaskan, dari 5.340 BST tersebut terbagi di dua wilayah yakni Kecamatan Soreang dan Kecamatan Ujung Berung.

“Kebetulan 2 cabang untuk di Kabupaten ini kita Soreang dan Ujung Berung Kabupaten Bandung. Wilayah soreang 3724 KPM yang gagal salur,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily meminta agar permasalahan ini segera diselesaikan.

“Jangan sampai tidak didistribusikan kepada masyarakat kalau misalnya jumlah sampai 5 ribu satu kabupaten itu kan besar sekali, bisa mencapai hampir setengah miliar,” imbuhnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY