Sebaiknya Distribusi Vaksin Berbasis Kesehatan Masyarakat

0
111
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher

Jakarta, Nawacita – Bio Farma mengakui pasokan vaksin Covid-19 saat ini tidak mencukupi target percepatan vaksinasi dari pemerintah. Stok yang ada hanya mampu mencukupi target 1 juta suntikan per hari. Sehingga perlu dilakukan cara-cara yang tepat.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah agar melakukan pendistribusian dengan indikator kesehatan masyarakat (public health) dan meminta agar memprioritaskan distribusi melalui pemerintah daerah.

“Pastikan penyaluran vaksin merata dan berbasis pada risiko dan target prioritas atau public health (kesehatan masyarakat), bukan pada ekonomi maupun politik. Jangan salahgunakan distribusi vaksin pada hal-hal selain kepentingan kesehatan masyarakat. Prioritaskan distribusi melalui pemerintah daerah,” kata Netty, kepada wartawan, Kamis (05/08/2021).

Pemerintah juga harus memiliki strategi  dan upaya ekstra guna mencukupi kebutuhan vaksin agar target vaksinasi pemerintah bisa tercapai.

“Lakukan percepatan pengadaan vaksin, antara lain melalui skema vaksin hibah dari WHO atau negara sahabat lainnya. Optimalkan peran sebagai anggota Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) agar lebih banyak mendapatkan stok vaksin gratis,” jelasnya.

Lebih lanjut, terkait stok vaksin yang mulai menipis bahkan kosong dibeberapa daerah, ia agar meminta pemerintah memeriksa proses distribusi vaksin.

Netty juga mengatakan bahwa saat ini tingginya risiko dan angka kasus tidak hanya terjadi di Jawa- Bali. Oleh karena itu, daerah di luar Jawa-Bali juga harus mendapat perhatian yang proporsional  dalam pendistribusian vaksin.

“Bisa kacau jika distribusi vaksin tidak menggunakan indikator kesehatan masyarakat. Saat ini daerah berisiko tinggi juga terjadi di luar Jawa- Bali. Memprihatinkan jika daerah-daerah tersebut kekurangan vaksin dan bahkan stoknya kosong,” imbuhnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY