Zulfikar Desak Kemenperin Pastikan Ketersediaan Oksigen Medis dimasa Pandemi

0
108

Jakarta, Nawacita – Saat ini kasus Covid-19 melonjak drastis hingga ke angka 21 ribu kasus per hari pada Juni 2021. Lonjakan ini membuat rumah sakit dan tempat isolasi pasien Covid-19 penuh. Akibatnya, banyak juga daerah yang mengeluhkan kesulitan stok oksigen.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi VII DPR Fraksi Demokrat Zulfikar Hamonangan mengatakan komisinya menjamin ketersediaan oksigen medis di masa pandemi Covid-19. Apalagi, saat ini permintaan oksigen medis melonjak hinngga 200 persen.

“Ketersediaan oksigen perlu dialihkan jauh lebih besar dari alokasi industri untuk keperluan medis,” kata Zulfikar dalam keterangan tertulisnya, Jumat (01/07/2021).

 

Zulfikar menyebutkan sebelumnya rasio peruntukan oksigen untuk industri dialokasikan sebesar 60 persen dan untuk oksigen medis dialokasikan 40 persen.Saat ini Kementerian Perindustrian Merubah Rasio Penggunaan Oksigen 60:40 antara kebutuhan medis dan kebutuhan industri

“Fakta di lapangan, masyarakat kesulitan mendapatkan oksigen medis,” katanya.

Zulfikar juga mendesak Kementerian Perindustrian melaksanakan koordinasi lintas Kementerian dan Lembaga, antara lain Kementerian Kesehatan dan juga Pemerintah Provinsi serta Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

Adapun kementerian perindustrian menjamin distribusi di lapangan tidak akan terganggu. Hal ini juga senada dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang ‘dinahkodai’ Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Lewat PPKM Darurat Luhut menginstruksikan agar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengalokasikan 90 persen produksi oksigen di tanah air untuk keperluan medis.

Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY