BPOM Umumkan Vaksin Moderna Aman Digunakan Bagi Masyarakat

0
96

Jakarta, Nawacita – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito mengumumkan jika vaksin Moderna dapat digunakan terhadap masyarakat, terutama bagi kalangan lanjut usia (lansia) dengan penyakit bawaan atau komorbid. Hal itu terbukti dalam uji klinis fase tiga vaksin Moderna yang terbukti cukup bagus untuk masyarakat yang menderita penyakit paru-paru kronis, jantung, obesitas, diabetes, liver, hingga HIV.

“Moderna ini aman pada kelompok populasi komorbid dengan beberapa penyakit,” kata Penny, dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Jumat (02/07/2021).

Penny menjelaskan untuk penggunaan vaksin moderna yang diproduksi di Amerika Serikat ini ada aturannya, yaitu sebaiknya vaksin tersebut digunakan pada usia 18 tahun ke atas.

“Diberikan injeksi 0,5 ml dua kali peyuntikan, dalam jangka waktu penyuntikan satu bulan setelah dosis pertama,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto memberikan dukungan dan setuju atas penggunaan vaksin Moderna di Indonesia. Ia berharap dengan adanya vaksin tersebut mampu menekan laju Covid-19 yang terus melonjak.

“Iya setuju di masifkan, untuk bisa menekan laju Covid-19 di tanah air kita,” kata Yandri, saat dihubungi nawacita.co, Jumat (02/07/2021).

Untuk diketahui, BPOM pada hari ini resmi menerbitkan emergency use of authorization (EUA) atau izin darurat untuk vaksin Covid-19 Moderna untuk digunakan di Indonesia.

Moderna merupakan vaksin mRNA pertama yang mendapat izin darurat dari BPOM. Vaksin tersebut diproduksi di AS.

“Kemarin kami tambah satu jenis vaksin yang sudah dapat EUA dari BPOM yaitu Moderna,” ungkapnya.

Khusus untuk Moderna, kata Penny, penyimpanan vaksin ini berbeda dengan vaksin-vaksin sebelumnya yang aman dalam suhu kulkas sekitar 2-8 derajat celcius. Moderna harus disimpan di suhu paling minimal minus 20 derajat celcius.

“Jadi kali ini memang beda teknik (penyimpanan) tapi karena diterima melalui Covac Facilty mereka memberi (Moderna) dengan teknologi penyimpanannya,” paparnya.

Dia mengatakan penyimpanan dalam suhu minus 20 derajat celcius di wilayah Indonesia yang bersuhu tropis butuh teknologi khusus. Oleh karena itu, Penny memastikan vaksin Moderna akan datang dengan teknologi penyimpanan yang telah disiapkan oleh pengirim.

“Ini awal baru karena akan berdatangan lagi MRNA lain ke Indonesia. Mudah-mudahan ke depan bisa muncul lagi termasuk Pfitzer, mudah-mudahan bisa masuk ke Indonesia,” imbuhnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY