Wujud Bantu Anak Putus Sekolah Gemes Gelar Tasyakuran

0
372

Surabaya, Nawacita -Yayasan Sosial Gemes (Gerakan Mengajak Sekolah) gelar acara Tasyakuran Kelulusan Akademi dan Silahturahmi pada Sabtu (29/05/21).

Acara ini diselenggarakan di Hotel Sahid, Surabaya. Tujuan acara ini dalam rangka syukuran untuk kelulusan anak-anak asuh yang telah menyelesaikan wajib sekolah 12 tahun.

Tasyakuran ini dihadiri oleh para relawan, donatur, anggota Gemes, dan para siswa naungan Gemas yang lulus SMA atau sederajat pada tahun 2020 hingga 2021.

Melalui Hadi Prayitno selaku ketua Geng Gemes menjelaskan, adik asuh yang dimaksud adalah anak-anak kurang beruntung yang selama ini pembiayaan sekolahnya sebagian ditanggung oleh Geng Gemes.

” Saat ini, terdapat 24 adik asuh kita yang sudah lulus dari sekolah menengah atas (SMA, red) ,” Ujarnya.

Diterangkan, adik asuh Geng Gemes selama ini mulai dari TK sampai SMA. Dan tidak ada persyaratan khusus untuk mendapat bantuan akademi Gemes.

” Syaratnya hanya komitmen untuk tidak bolos lebih dari 4 hari setiap tahunnya, jika terjadi maka akan kita pertimbangkan pemberian bantuannya, “

Tujuan acara ini, menurut Hadi adalah mempertemukan antara adik asuh dengan para donaturnya yang mungkin selama ini tidak kenal.

Secara teknis, pembiayaan akademi Geng Gemes tidak hanya berasal dari swadaya anggota, tapi juga bersinergi dengan beberapa yayasan dan relasi.

” Biasanya, apabila ada anak yang harus dibantu, kita adakan lelang adik asuh. Disitu akan kita perlihatkan profil adik asuh dan kita tawarkan kepada donatur,” terangnya.

Kebanyakan, masih Hadi, mereka yang telah dibantu banyak dari kalangan anak jalanan dan keluarga yang terbuang. ” Kalau syaratnya harus pinter, sudah banyak yang dilakukan pemerintah.”

Kegiatan Geng Gemes didasari oleh keprihatinan melihat banyak kemiskinan di masyarakat.

” Seringkali kami melihat profil kemiskinan si anak diawali dari kemiskinan orang tua dan kakek neneknya. Dari situ kami melakukan penelitian ternyata pendidikan adalah faktor utama kemiskinan mereka. Maka dari itu, sebagian besar kegiatan kami adalah mengusahakan bantuan pendidikan kepada anak-anak yang kurang beruntung tersebut,” terang Hadi kembali.

Pembayaran apapun langsung kita sampaikan kepada pihak sekolah, dan laporan perkembangan anak juga dilaporkan kepada kami.

Terakhir Hadi mengucapkan selamat atas kelulusan adik-adik asuh. Ia berpesan agar proses akademik jangan dijadikan yang berakhir tapi sebagai langkah awal dalam menyongsong kehidupan yang lebih baik kedepan.

Salah satu donatur yang turut hadir, Bu Mifta dari yayasan KNDJH (Kisah Nyata dan Jeritan Hati, red).

Dalam sambutannya, peraih penghargaan dari Kick Andy ini mengaku Geng Gemes seringkali menjadi inspirasi dan motivasi dalam langkah kemanusiaannya.

” Ayo bersama, bersatu saling dukung dan memberi informasi agar memudahkan langkah kita dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” Pesannya.

Suasana pun menjadi hening saat beberapa perwakilan adik asuh menyatakan ucapan syukurnya, karena sebagian besar yang hadir tidak bisa membendung air mata mereka.

Zeni lulusan 2020 SMA legasa Surabaya, mengaku perlakuan dari geng Gemes akan dijadikan sebagai motivasi langkahnya kedepan terutama dalam membantu orang lain yang membutuhkan.

Kadek, salah satu adik asuh geng Gwmwa saat menyampaikan Terima kasihnya

Begitu juga Risky lulusan dari SMA dr. Sutomo juga mengaku Geng Gemes sebagai sumber inspirasinya.

Untuk rekan sesama lulusan akademi geng Gemes, risky berpesan agar selalu semangat dalam menghadapi kehidupan kedepan. Dan untuk relawan serta donatur, Risky hanya bisa membalas dengan doa.

” Semoga semua diberi keberkahan,” tutupnya.

Dn

LEAVE A REPLY