DPRD Kota Surabaya,Tidak Ada Titik Temu Silakan Lewat Jalur Hukum

0
212

Nawacita, Surabaya –  Perseteruan konflik antar sesama warga Medokan  Semampir yang berada di kecamatan Sukolilo tidak ada  titik temu akhirnya berlanjut ke DPRD Kota Surabaya, meskipun sudah dilakukan mediasi ditingkat RT, RW, Kecamatan maupun kelurahan namun hasilnya tetap tidak sesuai harapan mereka masing masing

Menurut Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono,  kami mendapat aduan dari warga Medokan Semampir  terkait ada bangunan yang rusak, Permasalahannya ada warga Semampir  membangun rumah sejak tahun 2009 dan ada pengaduan pada tahun 2015.

”Jadi ada warga sebelah tadi mengaku ada rumahnya retak retak dan juga rusak, pengaduannya mulai  2015, Nah ini kan,  kasus yang hampir tidak Pernah kami menangani kasus yang pengaduanya sudah lama,” ungkap Baktiono Saat memberikan keterangannya diruang kerjanya Senin ( 5/04/2021)

kemudian kalau dimusyawarahkan kedua belah pihak masih belum ada titik temu. Maka komisi c membawahi  masalah tersebut ke tim Independent yang dimana di fasilitasi oleh Pemerintah. Dalam musyawarah tersebut ini pun tidak ada titik temunya karena kedua belah pihak merasa paling benar. sementara yang dirugikan minta 50 jt. semula 150 juta akhirnya turun menjadi 50 jt.

” Yang tertuduh tetangga sebelahnya sudah pernah memberikan uang bantuan 5 juta tetapi ditolak dan akhirnya tidak mau memberi lagi uang tersebut.” kata Baktiono

Dengan musyawarah ini akhirnya dia mau memberikan hanya 5 juta  dan itu pun tolak juga oleh pengadu.

”Maka kami memberikan opsi yang pertama musyawarah tapi kalau tidak ada tim Independent.” terang Baktiono

Tim Independen ini  di fasilitasi yaitu oleh cipta karya yang Pertama, kalau pengaduannya benar karena sudah 11 tahun kalau ini benar yang mengadu maka biayanya akan di tanggung oleh yang diadukan termasuk biaya kerusakan  jadi sanggup membayar itu.

Dan kalau hasil kajian independent tidak benar maka pengadu yang menanggung biaya independen dan biayanya kurang lebihnya 20 juta, itu hanya visual Aja dan ini yang melihat para Professor, Dan akhirnya belum ada titik temu karena pengadu merasa keberatan membayar biaya untuk tim Independen.

Akan tetapi kami tetap memberi kesimpulan kami masih berikan opsi karena DPRD Kota Surabaya adalah  lembaga perwakilan rakyat untuk musyawarah bagi warga kalau tidak ada titik temu kita beri opsi lain.

“Silakan kedua belah pihak kalau tidak bisa menyelesaikan secara  musyawarah yang di fasilitasi pemerintah melalui independen ada lembaga lain bisa menempuh melalui jalur hukum.” Ujar Baktiono, Ketua Komisi C DPRD Surabaya

Edward Nainggolan Selaku pendamping Sdr Joko  mengatakan, jadi rumah Sdr Darto itu dibangun tahun sekian kita tidak tahu terus rumah kami bangun 2009,  tahu tahunya,  katanya tahun 2013 rumah mereka retak, dilaporkan tahun 2020 berarti kan sudah 11 tahun, menuduh bahwa Gara bangunan kita rumahnya retak.

Di mediasi oleh RT/RW, waktu itu kita bukan ganti rugi tapi membantu 5 juta untuk biaya perbaikan akan tetapi mereka tidak mau terima,  lanjut ke kantor kelurahan pada waktu itu ada camat kita juga bilang masalah begitu,

Camat Bilang, ini sudah lama nggak mungkin harus ada tim ahli, mereka tidak terima bahkan ada notulennya dan resumnya ke DPR, melalui Cipta karya pun juga tidak ada jalan keluarnya.” terang

Karena Cipta karya bukan pemutus kemudian lanjut pun ke DPR tidak ada jalan keluarnya juga. Karena Mereka menuntut  kita ganti semua untuk membangun kembali, Kami pun tidak bisa.

Kita harus buktikan ahli tanah dan bangunan, jadi kalau mereka memanggil ahli mereka yang bayar, kalau terbukti gara gara bangunan kita maka bertanggung jawab 100%.

Tapi kalau tidak terbukti mereka yang bayar tim ahli. kalau mereka merasa tidak puas, ya jalan satu satunya ke pengadilan.

Rumah kami memang bersebelahan tetapi dipisahkan dengan satu bata supaya nanti kalau ada apa apa jangan ada alasan gara gara rumahnya.

“kalau memang mereka ke jalur hukum kita akan ikutin, kan mereka yang nuntut kita yang dituntut, tanah di sana kan tanah rawa didaerah semampir,” kata Edward Nainggolan

Sementara itu Hadi Radianto selaku Putra dari Pak Darto menjelaskan, dari hasil independen tadi kalau memang  terbukti benar keretakan itu dari Pihak Sdr Joko nanti yang menanggung semua 100% + biaya independen dari Sdr Joko apabila sebaliknya pihak Sdr Darto yang menang.

Untuk aduannya ada keretakan rumah pribadi, pada mulanya pembangunan pada tahun 2009 – 2010, terus  pada tahun 2013 ada keretakan, kita tidak melakukan mediasi atau terjadi di perangkat kampung atau kelurahan tapi kita selesaikan secara kekeluargaan dan kita sempat melakukan teguran secara lisan.

tetapi Pihak dari Sdr joko tidak menghiraukan, dan pada akhirnya memang di situ tidak ditinggali dari Sdr Jokonya, rumah Sdr Joko tersebut hanya di kontrakan jadi kita sulit komunikasi yang lebih intens.

Sehingga tahun 2020 kemarin kita melakukan ke pihak perangkat kampung RT, RW untuk mediasi namun mereka tidak datang bahkan kelihatan tidak didatangi sekalipun, akhirnya di datang bersama Sdr Edward Nainggolan,” pungkasnya

dny

LEAVE A REPLY