Resmi Ditahan, RJ Lino : Saya Merasa Senang

0
1371
RJL sebelum masuk mobil Tahanan KPK.

Jakarta, Nawacita – Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo II Richard Joost Lino (RJ Lino) tersangka kasus dugaan Korupsi Pengadaan Quay Container Crane (QCC) Pelindo II (persero) resmi dilakukan penahanan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (26/3).

Hal itu disampaikan Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata saat menggelar konferensi pers di gedung KPK Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (26/3/2021).

“Hari ini kami akan menyampaikan informasi terkait dengan penahanan tersangka RJL Mantan Direktur Utama PT Pelindo II (Persero) dalam dugaan TPK terkait proyek pengadaan 3 (tiga) unit Quay Container Crane (Qcc) di Pelindo II (Persero) Tahun 2010,” kata Alexander.

Untuk kepentingan penyidikan, Alex mengatakan, KPK menahan RJL selama 20 hari terhitung sejak tanggal 26 Maret 2021 sampai dengan 13 April 2021 di Rutan Rumah Tahanan Negara Klas I Cabang Komisi Pemberantasan Korupsi.

Dalam proses penyidikam KPK telah mengumpulkan berbagai alat bukti dan meminta keterangan terhadap 74 saksi.

“Selama proses penyidikan, telah dikumpulkan berbagai alat bukti diantaranya keterangan 74 orang saksi dan penyitaan barang bukti dokumen yang terkait dengan perkara ini,” ungkapnya.

Terkait penahanan tersebut, RJL mengaku senang karena saat ini sudah memiliki status yang jelas.

“Saya senang sekali karena setelah 5 tahun menunggu. Saya hanya diperiksa 3 kali dan di mata saya tidak ada artinya sama sekali supaya jelas statusnya,” kata RJL, saat diwawancarai.

Atas kasus tersebut RJL disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang- Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY