Wapres Minta Kawasan Industri Halal di Jatim Segera Transaksi

0
321
Foto : Ma'ruf Amin
Wakil Presiden Ma'aruf Amin.

Nawacita | JAKARTA — Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta Pemerintah Daerah Jawa Timur agar segera menggaet produsen produk halal untuk mengisi kawasan industri halal, Safe N Lock Halal Industrial Park (HIP) di Sidoarjo, Jawa Timur.

Wapres mengatakan hal itu dapat dilakukan dengan aktif mempromosikan kawasan industri halal di Sidoarjo dan memberikan berbagai kemudahan agar para investor dapat segera beroperasi di kawasan ini.

“Untuk Pemerintah Daerah Jawa Timur bersama pengelola kawasan industri halal saya harapkan agar dapat lebih gencar mempromosikan dan mengundang pelaku usaha agar kawasan Industri halal ini secepatnya beroperasi dan menyerap tenaga kerja,” kata Wapres dalam acara yang diselenggarakan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya pada Rabu (3/3/2021).

Di samping itu, beberapa fasilitas yang mendukung produsen halal juga harus segera disiapkan. Beberapa fasilitas yang dibutuhkan di antaranya adalah lembaga pemeriksa halal termasuk ketersediaan penyelia halal, laboratorium, instalasi pengolahan air baku halal, layanan keuangan syariah, dan fasilitas lainnya.

Wapres juga menekankan pentingnya pembangunan management information system (MIS) yang terintegrasi sekaligus kodifikasi yang dapat mengintegrasikan sertifikasi produk halal dengan data perdagangan dan data ekonom. Dengan demikian, statistik data perdagangan produk halal melalui kawasan industri ini dapat tercatat dengan baik.

“Hal ini harus kita mulai dengan membangun traceability [ketelusuran] dari mulai raw material berupa hasil pertanian dan perkebunan, produk hewani, produk perikanan dan sumber daya kelautan, kemudian berlanjut ke produk setengah jadi, sampai dengan produk jadi,” terangnya.

Provinsi Jatim memiliki daya saing industri karena tersedianya sumber daya manusia yang baik, sumber daya alam yang melimpah, serta tersedianya infrastruktur jalan, pelabuhan dan bandara yang memadai.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Drajat Irawan mengungkapkan beberapa sektor potensial yang dapat dikembangkan di kawasan industri halal antara lain, industri makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil (TPT), dan kosmetik.

Total ekspor makanan dan minuman Jatim ke 10 negara muslim dunia berdasarkan data Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian pada Oktober 2020 mencapai US$252,14 juta atau 17,31 persen dari total ekspor makanan dan minuman Jatim.

“Ternyata peluang ekspor kita ke negara-negara muslim ini memang banyak didominasi oleh industri makanan minuman, sehingga ini menjadi bagian penting untuk mendorong ekspor kita yang selama ini tidak diisi oleh Indonesia, justru oleh Brazil dan Australia,” ujar Drajat. bisnis/fik

LEAVE A REPLY