Police Watch Ingatkan Kapolri dan Menpora

0
891
Foto Menpora Zainudin Amali
Menpora Zainudin Amali saat Berolahraga

Jakarta, Nawacita – Meski banyak pihak yang tidak setuju terkait turnamen pramusim Piala Menpora 2021, ternyata event tersebut akan tetap digelar.

Ketua Presidium Ind Police Watch, Neta S Pane, mengingatkan jika ternyata event itu menjadi klaster baru COVID-19 dan mengakibatkan korban sakit atau meninggal dunia, Menpora dan Kapolri yang memberi ijin diminta tak lepas tangan dan harus bertanggung jawab dengan mundur dari jabatannya.

“Kami minta Menpora dan Kapolri bersiap-siap bertanggungjawab, jika di event Piala Menpora muncul klaster baru yang menyebabkan korban menderita sakit dan meninggal dunia,” Kata Neta, di Jakarta, Rabu (03/03/2021).

Jika ada korban meninggal dunia, kata Neta, istri dan anak korban harus menjadi tanggungjawab Menpora dan Kapolri, termasuk pendidikannya.

“Selain itu, jika ada klub yang tidak mampu membayar gaji dan officialnya selama event, Menpora dan Kapolri juga diminta bertanggungjawab membayar gaji mereka,” tandasnya.

IPW juga mendesak Presiden Jokowi segera menegur Kapolri yang memberi ijin Piala Menpora.

Selain itu, Pemda yang wilayahnya dijadikan lokasi Piala Menpora harus menolak pertandingan Piala Menpora digelar karena dikhawatirkan menjadi klaster baru COVID-19.

“Sebab situasi pandemi COVID-19 masih terus memakan korban jiwa. Presiden Jokowi harus menegur Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam pemberian ijin Piala Menpora yang akan digelar 20 Maret sampai 25 April 2021 di empat kota, Malang, Solo, Bandung dan Sleman,” ujarnya.

Menurut Neta, event ini jelas-jelas akan menciptakan kerumunan kendati pertandingannya sendiri tidak ada penonton.

Padahal, lanjut Neta, Jokowi secara tegas di akun twitternya tertanggal 16 November 2020 menyebutkan aparat harus berani mengambil tindakan terhadap para pelanggar. Karena menurut Jokowi, keselamatan rakyat di tengah pandemi merupakan hukum yang tertinggi.

“Jika Kapolri memberikan izin terhadap penyelenggaraan Piala Menpora, maka itu merupakan pembangkangan secara nyata terhadap Presiden Jokowi yang nyata-nyata berpedoman bahwa keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi. Jangan sampai perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan pemerintah dalam setahun untuk mengendalikan pandemi COVID-19 ini sia-sia,” ungkapnya.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebelumnya sudah memberikan peringatan dan mengecam keras atas digelarnya Piala Menpora.

IDI khawatir jika turnamen tersebut menjadi klaster baru COVID-19.

“Maka dari itu, Jika Piala Menpora tetap ngotot digelar, dan terjadi klaster baru COVID-19, Menpora dan Kapolri harus bertanggungjawab,” tegasnya.

Penulis : Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY