Jasa ‘Tukang Dandan’ Mainan Hasilnya Bisa Jutaan Rupiah

0
57

Jakarta | Nawacita – Mengoleksi mainan seperti diecast hingga action figure dianggap oleh sebagian orang hanya sebagai hobi yang menghabiskan uang. Padahal, hobi tersebut bisa menghasilkan uang tambahan jika memang jeli memanfaatkannya sebagai peluang usaha.

Para pegiat hobi biasanya kurang puas terhadap produk mainan yang dikeluarkan pabrikan. Dari situ mereka mulai mengutak atik mainan itu hingga akhir nya bernilai tambah dan jadi peluang usaha.

Action figure merupakan sebuah miniatur karakter baik anime atau superhero dengan beragam pose yang terbuat dari plastik atau material lainnya. Karakter-karakter yang diambil biasanya dari tokoh-tokoh film, komik, video game, dan sebagainya. Sedangkan diecast adalah miniatur mobil-mobil yang ada di dunia.

Jasa mendandani mainan ini menjadi peluang usaha yang sangat menjanjikan lantaran pasarnya sangat luar atau tidak terbatas pada komunitas saja. Apalagi saat ini ada sebuah media sosial yang mampu memasarkan jasa tersebut hingga seluruh penjuru dunia.

Dengan begitu, para pelaku jasa ini atau yang biasa disebut customizer ini bisa mendapatkan cuan yang cukup besar. Baik pada mainan action figure maupun diecast.

Untuk action figure, Katon Setiawan menjadi salah satu sosok yang memanfaatkan peluang usaha ini. Dia mengaku bisa mendapat omzet sekitar Rp 6 juta setiap bulannya.

Dia membuka jasa seperti ini mulai tahun 2015, awalnya berangkat dari hobi dan sebagai kolektor. Dia merasa action figure keluaran pabrikan masih ada beberapa sisi yang kurang maksimal seperti dari cat atau penambahan aksesoris.

“Terus saya coba repaint, bentuknya yang kurang terus saya bikin, terus jalan dan mulai berpikir bikin sendiri bisa, lanjut deh sampai sekarang,” kata Katon kepada detikcom, Jakarta, Minggu (21/2/2021).

Dia menceritakan, upaya utak atik mainan ini pun tidak langsung dikomersilkan dan lebih untuk koleksi pribadi. Banyaknya penghobi maupun masyarakat umum yang tertarik atas jasanya pun karena Katon selalu memposting karyanya di akun Instagram dan Facebook pribadi maupun group komunitas.

“Awalnya dari orang terdekat, dari komunitas. Baru tahun 2018-2019 dari kalangan orang umum dan luar negeri minat untuk custom di saya,” ujarnya.

Begitu juga yang dilakukan oleh Iwan Rahadi, dia saat ini dikenal sebagai customizer atau tukang ‘dandanin’ diecast. Hasil karyanya sudah terbesar di tanah air maupun luar negeri. Hasil karyanya paling banyak meluncur ke negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS).

Dia menceritakan awal mula menjadi customizer ini karena hobi mengoleksi mainan mobil-mobilan. Dia memulai karirnya sebagai tukang modifikasi mobilan sejak 2018. Sebelumnya, dia tercatat sebagai pegawai swasta di Jakarta, bahkan pernah berkecimpung di skena taksi online.

“Saat masih kecimpung di dunia taksi online, saya akhirnya ketemu temen komunitas motor saya. Karena dia tahu saya suka mobilan, dia kasih tahu kenapa nggak coba usaha kastem mobilan aja, karena hasilnya lumayan,” kata Iwan.

Berbekal pesan temannya, Iwan pun langsung mempraktekkannya di rumah. Mainan mobil milik anaknya pun langsung diutak atik sesuai dengan kreasinya. Hasilnya pun langsung diunggah di akun Instagram pribadinya dan butuh waktu lama hingga akhirnya ada yang minat.

“Yang pertama beli itu teman SMA, kemudian orang Jakarta, dan beberapa bulan kemudian saya kirim ke US,” ujarnya.

Dia mengaku mengeluarkan modal sekitar Rp 500 ribu. Modalnya ini untuk membeli beberapa peralatan custom seperti cat, lem, dan beberapa alat penunjang make over mainan. Dengan modal tersebut, dirinya pun terus berkreasi dan memposting hasil karyanya di Instagram. Iwan menceritakan baru tahun 2019 dia berani membuka jasa custom berdasarkan keinginan konsumen.

Dengan kerja kerasnya dia pun kini berhasil mengantongi omzet sekitar Rp 7 juta sampai Rp 10 juta per bulan.

“Kurang lebih range-nya antara Rp 7 juta sampai Rp 10 juta dari rata-rata pengerjaan 7-8 mobil sama sebulan,” katanya.

Cuan jasa ‘dandanin’ mainan pun tidak dirasakan oleh Katon dan Iwan saja. Theofelus Tjipto Hudayanto, salah seorang customizer bahkan memanfaatkan YouTube. Aksinya memodifkasi mainan dia jadikan konten di channel YouTube pribadinya.

Awalnya, pria yang akrab disapa Theo ini ingin memiliki YouTube channel. Dia mulai membangun channelnya sekitar Agustus 2019. Pada saat itu, belum ada konsep pasti channelnya ini akan membahas tentang apa. Sampai akhirnya bertemu dengan keponakannya yang membawa mobil-mobilan.

“Dan karena saya sebagai konsultan kreatif, yang kerjanya mengakses orang untuk membuat media baru berpromosi. Dan bingung mau bikin apa, kebetulan ada keponakan beli hotwheels, dan saya sudah lama nggak main diecast, terus kemarin pas ada keponakan main kan lumayan mirip dengan mobil beneran, dan ditambah detil makin lebih mirip lagi. Dan saya cari di Youtube ketemu channel DJP dan bisa di custom, dan saya jadikan konten,” ceritanya.

Setelah menentukan modifikasi diecast sebagai konten utamanya. Theo pun langsung melakukan riset cara-cara utak atik mobil mainan di internet maupun akun YouTube lainnya. Bak gayung bersambut, konten yang dibuatnya pun sangat diminati oleh banyak orang, khususnya warga negara asing (WNA).

Baru menjalankan 4 bulan, akun YouTube-nya berhasil dimonetisasi. Pada bulan keenam, dirinya sudah mendapat penghasilan dari YouTube.

“Untuk saat ini untuk channel saya yang khusus diecast itu naik turun. Untuk nominal range-nya sekitar US$ 800 sampai US$ 1.200, sekitar segitu, kalau di Indonesia bisa belasan juta per bulan,” katanya.

Dia mengaku sampai saat ini hanya berfokus untuk membuat konten ‘dandanin’ mainan mobilan saja tanpa membuka jasa.

kmpsn

LEAVE A REPLY