Khofifah: Bendungan Tukul, Pacitan, Mampu Mengaliri 600 Hektare Sawah

0
57

Surabaya | Nawacita – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan Bendungan Tukul yang berlokasi di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (Jatim) pada Minggu (14/2). Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut, bendungan tersebut mampu mengaliri persawahan di Kabupaten Pacitan seluas 600 hektare.

’’Bendungan Tukul di Pacitan ini 1 Oktober lalu sudah infounding. Tentu ini adalah penguatan ekonomi masyarakat di wilayah Pacitan, karena bisa mensuplai irigasi sampai 600 hektare,’’ ujar Khofifah dalam acara peresmian. ’’Kemudian penyediaan air baku sampai dengan 600 liter perdetik dan potensi sebagai energi listrik, tentu juga untuk wisata dan konservasi,’’ sambungnya.

Mantan Menteri Sosial (Mensos) itu menuturkan, proyek Bendungan Tukul sudah dibangun sejak 2015–2020 dengan biaya anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) murni senilai

Rp 934,8 miliar. Khofifah lantas mengucapkan terimakasih atas terlaksananya pembangunan bendungan tersebut.

Selain Bendungan Tukul, sambung Khofifah terdapat lima proyek bendungan lagi yang saat ini masih dalam proses pembangunan. Proyek bendungan itu diyakini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Jatim.

’’Bendungan Tukul di Pacitan, kemudian Bendungan Tugu dan Bendungan Bagong di Trenggalek dan insya Allah menurut informasi Kementerian PUPR Bendungan Tugu ini bulan Juni sudah siap di founding. Kemudian Bendungan Bendo di Ponorogo, Bendungan Kongseng di Bojonegoro insya Allah juga sudah siap di founding dan Bendungan Semantok di Nganjuk,’’ ungkap Khofifah.

Khofifah mengungkapkan, Jatim merupakan salah satu penghasil padi secara nasional. ’’Berdasarkan angka sementara BPS 2020 produksi padi di Jawa Timur ini tertinggi dari seluruh provinsi di Indonesia yang mencapai kontribusi nasionalnya mencapai 18,17 persen, ini produksi pada gabah kering giling produksi padi di Jawa Timur ini 10,2 juta ton dan setara dengan 5,76 juta ton beras,’’ beber Khofifah.

Selain padi, sambung Khofifah, Provinsi Jawa Timur juga termasuk penghasil jagung terbesar secara nasional. ’’Kemudian berdasarkan angka BPS bahwa produksi jagung di Jawa Timur juga tertinggi 6,6 juta ton dan produksi jagun di Jawa Timur ini 28 persen dari kontribusi nasional,’’ terangnya.

JP

LEAVE A REPLY