Menkes Ingatkan Kesehatan Remaja Tentukan Masa Depan Bangsa

0
147
Menkes Budi Gunadi Sadikin

Jakarta | Nawacita – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan, kesehatan remaja di Indonesia saat ini akan menentukan masa depan bangsa. Oleh sebab itu, kondisi kesehatan remaja harus dijaga dengan asupan makanan bergizi serta pola hidup bersih dan sehat.

Hal ini sangat relevan dengan tema peringatan Hari Gizi Nasional ke-61 bertema Remaja Sehat Bebas Anemia, di Jakarta, Senin (25/1/2021).

Budi mengatakan, saat ini Indonesia masuk kelompok negara G20, artinya 20 terbesar dari sisi skala ekonomi. Tepatnya posisi Indonesia di G15, rangking 15 dunia, lebih besar dari Singapura, Malaysia, Thailand serta lebih besar dari banyak negara-negara Eropa lainnya.

Baca : Kemenkes Minta Setiap RS Tambah Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19

“Di tahun 2050 banyak orang memprediksi Indonesia akan masuk G5, itu dihitung dari total gross domestic product-nya (GDP). Saat ini GDP Indonesia US$ 1 triliun atau Rp 14.000 triliun se-tahun,” katanya.

GDP itu, kata dia, adalah total spending semua manusia Indonesia ditambah korporasi Indonesia atau total income semua perusahaan dan individu di Indonesia.

Budi pun menjelaskan, hubungan GDP dan gizi, apalagi tahun 2021, peringatan hari gizi nasional ke-61 ingin fokus ke remaja agar bebas anemia. Saat ini, lanjutnya, jumlah remaja di Indonesia ada sekitar 45 juta lebih atau hampir 20 persen dari total populasi di Indonesia.

“Kalau 45 juta remaja ini nantinya bekerja dan gajinya lebih tinggi Rp 1 juta dibanding saat pertama kali kita kerja artinya akan berkontribusi terhadap GDP Rp 45 triliun. Kalau rata-rata gajinya naik lebih tinggi 10 juta jadi Rp 450 triliun,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, para remaja yang jumlahnya sangat banyak ini, akan sangat menentukan apakah Indonesia bisa naik kelas di tataran dunia nantinya. Itu sebabnya negara-negara yang memiliki banyak populasi usia muda diprediksi akan menjadi negara besar nantinya.

Hal tersebut dikarenakan generasi muda bisa sangat mendongkrak besarnya GDP negara. Selain itu juga bisa mendorong rangking ekonomi suatu negara di tataran dunia.

“Artinya kalau kita benar urusnya dari sekarang. Apa yang dilakukan ini bekerja sama dengan kementerian lain sangat dihargai,” imbuhnya.

Hasil kerja teman-teman (Kementerian Kesehatan), kata Menkes, tidak bisa dilihat saat ini, tapi akan sangat menentukan di masa depan anak-anak (remaja) nantinya.

“Apakah Indonesia tetap seperti masa sekarang posisi 15 atau di masa anak- anak kita nanti Indonesia akan naik di posisi 5 besar dunia. Itu sangat tergantung atas usaha inisiatif dan intervensi yang kita lakukan sekarang,” tuturnya.

Baca : BPJS Kesehatan Mengimbau Masyarakat Turut Sukseskan Program Vaksinasi Nasional

Oleh sebab itu, intervensi yang dilakukan saat ini adalah di aspek kesehatan fisik sesuai ranah Kementerian Kesehatan. Remaja menurutnya harus memperhatikan gizi agar fisiknya kuat. Pola hidup bersih dan sehat, berolahraga agar berat dan lingkar pinggang tidak terlalu berat.

“Harus dimulai contohnya dari Kemkes. Buah dan sayur jangan fast food saja. Keberhasilan remaja dimulai dari fisik. Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dimulai dari sehat, tataran akal menghasilkan orang pintar dilakukan di tataran hati dan diselesaikan paripurna di tataran jiwa,” paparnya.

Beritasatu

LEAVE A REPLY