Sosok Letjen (purn) Djamari Chaniago, Pemimpin Klub Moge Pengeroyok Prajurit TNI

0
468
Sosok Letjen (purn) Djamari Chaniago, Pemimpin Klub Moge Pengeroyok Prajurit TNI.
Sosok Letjen (purn) Djamari Chaniago, Pemimpin Klub Moge Pengeroyok Prajurit TNI.

JAKARTA, Nawacita – Indonesia Police Watch (IPW) menyayangkan pernyataan Letnan Jenderal (Purn) Djamari Chaniago, yang menyebut kasus pengeroyokan yang dilakukan anggota motor gede (moge) yang dipimpinnya terhadap dua prajurit TNI sebagai masalah kecil.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane mengatakan, seharusnya sebagai pimpinan kelompok moge itu, Djamhari meminta maaf kepada masyarakat karena anggota rombongannya sudah berbuat semena-mena. Tidak hanya kepada masyarakat umum di jalanan, tapi juga kepada anggota TNI yang dikeroyok.

Untuk diketahui, Djamari merupakan salah seorang tokoh militer Indonesia yang mempunyai karier yang cukup cemerlang di Korps Baret Hijau. Purnawirawan jenderal bintang tiga ini pernah dipercaya sebagai Pangkostrad, jabatan strategis di TNI Angkatan Darat.

Baca Juga: Viral, Video Debt Collector Apes Tarik Motor di Jalanan Ternyata TNI

Lahir di Padang, 8 April 1949, Djamari mengenyam pendidikan di Akademi Militer (dulu Akabri) Magelang, Jawa Tengah. Dia merupakan abituren (lulusan) 1971 dari kecabangan infanteri.

Dalam rekam jejaknya, sejumlah jabatan pernah diemban tentara yang banyak menghabiskan karier di Korps Baret Hijau (Kostrad) ini. Djamari antara lain pernah ditunjuk sebagai Komandan Yonif Linud 330/Tri Dharma, Komandan Kodim 0501/Jakarta Pusat, dan Kepala Staf Brigif Linud 18/Trisula.

Saat berpangkat kolonel, dia menjabat sebagai Komandan Brigif Linud 18/Trisula dan Komandan Rindam I/Bukit Barisan. Kariernya terus menanjak dengan meraih bintang satu saat dipromosikan sebagai Kepala Staf Divisi Infanteri 2/Kostrad.

Baca Juga: Terbukti LGBT Prajurit TNI Praka P Dipecat

Djamari termasuk sosok dengan karier cemerlang. Dia dengan cepat meraih pangkat jenderal bintang dua saat ditugasi sebagai Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad. Selanjutnya dia menempati jabatan strategis sebagai Pangdam III/Siliwangi. Sejumlah tokoh militer yang melesat ke pucuk pimpinan Angkatan Darat banyak yang pernah berkarier di kodam ini. Hal itu juga berlaku bagi Djamari.

Puncak kariernya saat dia dipromosikan sebagai Pangkostrad. Seperti diketahui, Kostrad merupakan bagian dari Komando Utama (Kotama) tempur TNI AD. Kostrad memiliki jumlah pasukan yang detailnya dirahasiakan dan selalu siap untuk beroperasi atas perintah Panglima TNI kapan pun. Menyandang jabatan Pangkostrad membawa Djamari sebagai jenderal bintang tiga (letjen). Setelahnya dia dipercaya sebagai Wakil KSAD dan akhirnya Kepala Staf Umum TNI.

Saat Jenderal TNI Endriartono Sutanto ditunjuk sebagai Panglima TNI, nama Djamari Chaniago termasuk yang disebut-sebut bakal menggantikan sebagai KSAD. Namun, jabatan tersebut akhirnya dipercayakan kepada Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu. Selepas dari bertugas dari TNI, Djamari pernah dipercaya sebagai komisaris PT Semen Padang.

oknws.

LEAVE A REPLY