Dibunuh Usai Bela Ibunya, UAS: Rangga Mati Syahid

0
93
Ustadz Abdul Somad (UAS).
Ustadz Abdul Somad (UAS).

JAKARTA, NawacitaKabar duka belum lama ini datang dari seorang bocah laki-laki bernama Rangga. Di usianya yang masih belia, Rangga telah berani mencoba menyelamatkan sang Ibu yang dirudapaksa oleh pria tak dikenal.

Bocah berusia 9 tahun ini tewas usai usai dibacok berkali-kali oleh tersangka. Jasadnya kemudian dibungkus dengan karung dan dibuang ke sebuah sungai.

Mendengar kabar ini, pendakwah kondang Ustadz Abdul Somad angkat bicara. Ia mengapresiasi dan memuji keberanian bocah laki-laki yang masih duduk di kelas dua Sekolah Dasar (SD) ini. Bahkan, Ustadz Abdul Somad menyebut Rangga telah mati syahid.

Pernyataan tersebut disampaikan Ustadz Abdul Somad lewat jejaring Instagram miliknya, Jumat (16/10/2020). Dalam unggahannya, Ustadz Abdul Somad memuji keberanian Rangga sembari mengutip hadis tentang mati syahid.

Baca Juga: Kisah Keajaiban Sedekah, Amalan Pelipat Ganda Rezeki

“Dengan perbuatanmu engkau telah mengajarkan pada anak bangsa ini tentang arti menjaga kehormatan, walau mesti dibayar dengan nyawa. Engkau hadal Allah tanpa dosa karena belum aqil baligh,” tulis Ustadz Abdul Somad seperti dikutip wartawan.

“Engkau mulia dengan derajat syahid. Syahid berarti disaksikan, karena seluruh malaikat menyambut ruhmu. Syahid berarti menyaksikan karena engkau telah menyaksikan tempatmu di surga sebelum kematian tiba. Engkau terbebas dari azab kubur dan hisab,” imbuhnya.

Lebih lanjut lagi, Ustadz Abdul Somad berharap agar ia bisa mendapatkan syafaat dari Rangga yang meregang nyawa karena membela ibunya. “Bila engkau diberi Allah kuasa untuk memberi syafaat, berikanlah sebagiannya untuk hamba Allah yang hina: Abdul Somad,” ungkapnya.

Anak Ini Dibunuh Karena Berusaha Selamatkan Ibunya Dari Pemerkosa

Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), warga Desa Alue Gadeng, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, menjadi korban pemerkosaan.

Baca Juga: Sains Dalam Al Quran, Alam Semesta Terus Berkembang Makin Luas

Tidak hanya itu, pelaku juga turut membacok anak korban yang masih berusia sekitar 9 tahun. Hingga meninggal dunia, Sabtu (10/10/2020). Anak itu berusaha menolong ibunya yang ingin diperkosa.

Informasi yang diperoleh peristiwa itu terjadi, Jumat, 9 Oktober 2020 malam, sekira pukul 23.50 WIB. Saat itu DN (28 tahun) sedang berada di rumah bersama anak laki-lakinya yang masih berusia 9 tahun, sedangkan suaminya pergi dari rumah untuk melaut.

Beredar kabar, anak Dina dibacok saat memberikan perlawanan kepada pelaku. Karena ingin menyelamatkan ibunya yang hendak diperkosa. Setelah dibacok, korban dimasukkan ke dalam goni lalu dibawa pelaku.

Diketahui kemudian, pelaku membawa korban dan anaknya jauh ke kebun sawit. Persis di pinggir sungai, pelaku memperkosa korban. Setelah melakukan aksi bejatnya ini, pelaku melarikan diri dengan memboyong anak korban yang telah dibacok dan dimasukkan ke dalam goni.

suanws.

LEAVE A REPLY