17 Oktober Sejarah Dunia: Lahirnya Prabowo Subianto Hingga Meninggalnya Muhammad Yamin

0
103
Prabowo Subianto.
Prabowo Subianto.

SOLO, Nawacita – Berbagai peristiwa penting dan bersejarah terjadi dari tahun ke tahun pada 17 Oktober. Salah satu peristiwa bersejarah pada 17 Oktober adalah kala dua tentara Indonesia dihukum gantung oleh otoritas Singapura. Dirangkum dari Wikipedia.org dan Thepeoplehistory.com, kami menyajikan Catatan Peristiwa Dunia Hari Ini, 17 Oktober, demi mengenang sejumlah peristiwa penting pada 17 Oktober. Berikut sejumlah peristiwa yang terjadi pada 17 Oktober.

1346
Pasukan Inggris berhasil mengalahkan pasukan Skotlandia dalam pertempuran di Neville’s Cross, sebelah barat Durham, Inggris. Raja Skotlandia David II lantas ditangkap pasukan Inggris dan dipenjara di Menara London selama 11 tahun.

1448
Pertempuran Kosovo II antara pasukan Kesultanan Ottoman dan pasukan Kerajaan Hungaria meletus di Kosovo, Serbia. Pertempuran tersebut berlangsung selama tiga hari dan berakhir dengan kemenangan pasukan Kesultanan Ottoman. Atas kemenangan itu, pasukan Ottoman berhasil mengamankan Konstantinopel dari upaya perebutan yang dilakukan musuh.

1800
Inggris mengambil alih kekuasaan di Pulau Curacao dari Belanda. Namun pada 1815, Belanda kembali berkuasa di pulau yang terletak di wilayah Karibia tersebut. Hingga kini, Pulau Curacao masih menjadi wilayah kekuasaan Kerajaan Belanda.

1912
Kerajaan Bulgaria, Kerajaan Yunani, dan Kerajaan Serbia mendeklarasikan perang terhadap Kesultanan Ottoman demi membantu Kerajaan Montenegro dalam Perang Balkan I di Semenanjung Balkan. Negara-negara yang melawan Kesultanan Ottoman itu lantas disebut Liga Balkan. Perang tersebut lantas berlangsung selama hampir delapan bulan dengan kemenangan Liga Balkan.

Baca Juga: 16 Oktober Sejarah Dunia: Berdirinya Walt Disney Company Hingga Hari Pangan Sedunia

1941
Untuk kali pertama di masa Perang Dunia II, kapal selam milik Jerman U-568 menyerang kapal perang milik Amerika Serikat (AS) USS Kearny di perairan Reykjavik, Islandia. Akibat serangan itu, 11 orang meninggal dunia, 22 orang terluka, dan kapal USS Kearny mengalami kerusakan parah.

1941
Pasukan Jerman mengeksekusi mati semua pria di Desa Kerdyllia, Seres, Yunani. Selain itu, pasukan Jerman juga membumihanguskan permukiman di desa tersebut. Wilayah Seres lantas diduduki Jerman hingga 1944.

1943
Penampungan orang Yahudi di Sobibor, Polandia resmi ditutup. Penampungan itu difungsikan Jerman sejak 16 Mei 1942. Selama difungsikan, penampungan tersebut telah digunakan pasukan Jerman untuk mengeksekusi mati sekitar 200.000 hingga 250.000 orang Yahudi.

1951
Lahirnya Prabowo Subianto, Letnan Jenderal TNI (Purn) H Prabowo Subianto Djojohadikusumo adalah seorang politisi, pengusaha, dan perwira tinggi militer Indonesia. Prabowo lahir di Jakarta pada, 17 Oktober 1951. Saat ini, ia berusia 68 tahun.

Prabowo sendiri memiliki banyak prestasi dalam jenjang karir militer hingga politik. Karir politiknya saat ini yaitu Menteri Pertahanan (Menhan) di Kabinet Indonesia Maju, Joko Widodo (Jokowi), untuk periode 2019 hingga 2024. Prabowo merupakan anak dari Soemitro Djojohadikoesoemo dan Dora Marie Sigar. Ia besar dengan kemiliterannya. Ia juga saat ini masih menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra.

1952
Peristiwa 17 Oktober di Jakarta merupakan meletusnya aksi demonstrasi di Ibu Kota tepat pada 17 Oktober 1952. Awalnya, pendemo mendatangi gedung parlemen untuk menyampaikan aspirasinya, namun kemudian mereka menuju Istana Presiden. Adapun, tuntutan para pendemo yakni pembubaran parlemen dan mengganti dengan parlemen baru serta tuntutan segera dilaksanakan pemilihan umum. Penyebab utama dari peristiwa ini adalah terlalu jauhnya campur tangan kaum politisi terhadap masalah intern Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).

Demonstrasi ini disebut-sebut direncanakan Markas Besar Angkatan Darat atas inisiatif Letnan Kolonel Sutoko dan Letnan Kolonel S Parman. Pelaksanaannya, diorganisasi oleh Kolonel dr Mustopo selaku Kepala Kedokteran Gigi Angkatan Darat dan Perwira Penghubung Presiden, serta Letnan Kolonel Kemal Idris selaku Komandan Garnisun Jakarta.

Seksi Intel Divisi Siliwangi mengerahkan demonstran dari luar Ibu kota dengan menggunakan kendaraan truk militer. Pada waktu itu, Pasukan Tank muncul di Lapangan Merdeka, dan beberapa pucuk meriam diarahkan ke Istana Presiden. Peristiwa 17 Oktober 1952 ini diupayakan diselesaikan melalui pertemuan Rapat Collegial (Raco) tanggal 25 Februari 1955 yang melahirkan kesepakatan Piagam Keutuhan Angkatan Darat yang ditandatangani oleh 29 perwira senior Angkatan Darat.

Baca Juga: 21 September Sejarah Dunia: Lahirnya PM Jepang Shinzo Abe Hingga Hari Perdamaian Internasional

1962
Meninggalnya Muhammad Yamin, Prof Mr Mohammad Yamin, S.H merupakan sastrawan, sejarawan, budayawan, politikus, serta ahli hukum yang telah dihormati sebagai pahlawan nasional Indonesia. Ia lahir di Talawi, Sawahlunto, Sumatra Barat, pada 24 Agustus 1903 dan meninggal di Jakarta pada, 17 Oktober 1962 di usia 59 tahun. Ia merupakan salah satu perintis puisi modern Indonesia dan pelopor Sumpah Pemuda sekaligus “pencipta imaji keindonesiaan” yang mempengaruhi sejarah persatuan Indonesia.

1968
Anggota Korps Marinir Usman dan Harun Gugur Pasca-Dihukum Gantung, Sersan Dua Usman Jannatin dan Kopral Dua Harun Tohir merupakan prajurit Korps Komando Operasi Angkatan Laut (KKO-AL) yang kini disebut Korps Marinir. Keduanya gugur setelah dihukum gantung oleh pemerintah Singapura, pada 17 Oktober 1968. Usman dan Harun ditangkap di perairan Singapura pada saat terjadinya konfrontasi dengan Malaysia. Keduanya dituduh meletakkan bom di wilayah pusat kota Singapura yang pada pada 10 Maret 1965.

Sementara seorang anggota KKO lainnya yang ikut tugas negara yakni Gani Bin Arup berhasil melarikan diri dari Singapura dan pulang ke Indonesia dengan selamat. Usman dan Harun kemudian dibawa ke Indonesia setelah dinyatakan meninggal dunia. Keduanya dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. Nama keduanya abadi menjadi nama jalan, kapal, hingga sebuah Masjid di Cilandak.

1970
Anwar Sadat Jabat Presiden Mesir, Jenderal Besar Mohammed Anwar Al Sadat merupakan seorang tentara dan politikus Mesir. Ia kemudian terpilih menjabat sebagai Presiden ketiga Mesir pada periode 15 Oktober 1970 hingga terbunuhnya pada 6 Oktober 1981. Oleh dunia Barat, Anwar Sadat dianggap sebagai orang yang sangat berpengaruh di Mesir dan di Timur Tengah dalam sejarah modern.

1987
Hari Pembebasan Kemiskinan kali pertama diperingati di Paris, Prancis. Pada 1992, PBB lantas menetapkan 17 Oktober sebagai Hari Pembebasan Kemiskinan Sedunia.

soknws.

LEAVE A REPLY