Menko Airlangga: Pilkada Jadi Momentum Emas Dongkrak Perekonomian

0
124
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

JAKARTA, Nawacita – Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) kembali membahas dan memutuskan isu-isu strategis dari masing-masing Kementerian/Lembaga (K/L) terkait percepatan penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi.

Salah satunya, kesiapan Pilkada di akhir tahun 2020 nanti. Koordinasi dengan semua pemangku kepentingan secara nasional diperlukan agar penyelenggaraan pesta demokrasi berlangsung aman dan menjaga kepatuhan dalam penerapan protokol kesehatan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggarisbawahi Pilkada justru merupakan momentum emas untuk mengoptimalkan peran Pemerintah Daerah dalam penanganan Covid-19 dan mengatasi dampak ekonomi dan sosial.

Baca Juga: Menko Airlangga: Harga Vaksin Inggris Lebih Murah dari China

“Tadi Mendagri mengimbau agar kampanye yang dilakukan oleh bakal Calon Kepala Daerah tetap terkait dengan upaya penanganan Covid-19, dan bagaimana Kepala Daerah menangani pandemi di daerahnya,” ungkap Menko Airlangga, Jakarta, Sabtu (26/9/2020).

Dia melanjutkan ada 7 Menteri yang melaporkan realisasi anggaran program PC-PEN dalam sesi ini. Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, rekening penerima Bantuan Subsidi Upah yang telah tervalidasi sampai . September 2020 mencapai 12,7 juta. Program PEN Kementerian Sosial juga berjalan dengan baik, yaitu telah terealisasi sebesar Rp91,4 triliun atau 71% dari total anggaran Rp128,2 triliun. Sementara program Dukungan UMKM sudah terealisasi sebesar 64,5% dari pagu atau sebesar Rp22,6 triliun.

Baca Juga: Menko Airlangga: Krisis Pandemi Covid-19 Bisa Sampai 2022

“Kita juga harus mendorong belanja BUMN dan K/L untuk penyerapan produk UMKM. Selain itu, integrasi program-program K/L untuk mendorong transformasi digital dan agar program UMKM naik kelas juga terus diupayakan,” lanjut Menko Airlangga.

Dia melanjutkan akan melakukan peningkatan kapasitas Rumah Sakit, standarisasi penanganan di Rumah Sakit (RS), dan Tim Audit protokol kesehatan pada RS, menjadi salah satu topik bahasan.

“Kita juga membahas tentang perlindungan terhadap kelompok rentan (komorbid) dan pelaksanaan program sosialisasi untuk membangun persepsi dan perilaku masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19,” jelasnya.

oknws.

LEAVE A REPLY