Menko Airlangga: Harga Vaksin Inggris Lebih Murah dari China

0
84
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

JAKARTA, Nawacita – Pemerintah tengah gencar melakukan percepatan pemenuhan kebutuhan vaksin Covid-19. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, tengah melakukan pendekatan dengan GAVI yang mendukung Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI).

Lembaga penelitian vaksin yang didanai oleh Bill Gates itu bekerja sama dengan perusahaan farmasi Inggris, AstraZeneca. Adapun harga vaksin AstraZeneca ini ternyata lebih murah dibandingkan dengan vaksin Sinovac asal dari China.

“Ada astra zeneca, gavi cepi ini adalah kegiatan multilateral berbagai lembaga dan negara untuk dapat vaksin sebagai public services. Melalui gavi cepi harga vaksin diperkirakan lebih rendah, 3-5 dolar. Sedangkan sinovac antara 10-20 dolar,” ujar Airlangga dalam diskusi virtual, Selasa (15/9/2020).
Baca Juga: Vaksin Merah Putih, Jokowi : Kita Mampu Mandiri dengan Vaksin Produksi Sendiri

Dia pun menekankan Indonesia akan mendapatkan akses vaksin 250 juta sampai 300 juta untuk tahun depan. Rinciannya pada akhir tahun bisa mendapatkan 30 juta dosis vaksin.

Baca Juga: Fakta Vaksin Covid-19 yang Disuntik 2 Kali, Bayar atau Gratis?

“Sekarang 30 juta sudah komitmen untuk bisa diberikan di kuartal IV sehingga nanti di kuartal 1 kita sudah bisa melakukan vaksinasi subject ke keberhasilan pengetesan dari clinical trial,” jelasnya.

Sambung Airlangga menambahkan untuk pengadaan vaksin ini sudah dianggarkan berdasarkan program pemulihan ekonomi nasional. Adapun biaya penanganan covid-19 ini mencapai Rp695,2 triliun.

sdnws.

LEAVE A REPLY