Resesi Datang, Persiapan Gelombang PHK Bisa Menjulang

0
124
Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAKARTA, Nawacita – Kalangan pengusaha di Tanah Air sedang mengalami tekanan ekonomi akibat adanya pandemi Covid-19 di Indonesia. Bahkan, kondisi itu akan diperburuk dengan masuknya Indonesia ke jurang resesi pada kuartal III/2020.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja menyatakan, dengan adanya resesi nanti maka akan berdampak buruk bagi keuangan perusahaan. Apabila sebuah perseroan tak mempunyai cadangan uang yang cukup, maka akan kebijakan pahit pun terpaksa harus dikeluarkan yaitu melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) para karyawannya.

“Tentu saja dengan adanya resesi pasti terpengaruh juga terhadap aktivitas ekonomi ini. Jadi, dengan kata lain kalau pelaku usaha yang tidak bisa bertahan, pasti akan adanya penambahan dari segi pengangguran, yang dirumahkan. Itu mesti diantisipasi,” kata Shinta saat dihubungi, Kamis (24/9/2020).
Baca Juga: Ketua MPR Sebut Dampak Resesi, Angka Kemiskinan hingga Utang Pemerintah Naik Tajam

Dia meminta kepada seluruh perusahaan agar sedini mungkin mengelola arus kas secara baik, sehingga masih bisa bertahan meski ada resesi. “Ketahanan dari masing-masing perusahaan ini sekarang dites, makanya perusahaan harus bisa mengelola arus kas dengan baik. Harus bisa bertahan dengan keadaan resesi yang ada,” ujarnya.

Baca Juga: Tahukah? Arti Resesi, Dampak, Penyebab, dan Pertumbuhan Minus Ekonomi RI

Dia berharap pemerintah segara mencairkan dana stimulus modal kerja untuk korporasi. Bantuan itu amat dibutuhkan karena untuk membantu kas perusahaan di tengah rendahnya pemasukan.

“Jadi memang harapan kami bahwa stimulus untuk korporasi modal kerja ini bisa disalurkan. Ini kan antara perbankan dengan nasabah, jadi kami harapkan perbankan administrasinya jangan berlarut-larut. Jadi makanya ini bisa cepat,” ujarnya.

oknws.

LEAVE A REPLY