Puspeka Kemendibud Bangun Karakter Pelajar Melalui Nilai-nilai Pancasila

0
260
Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAKARTA, Nawacita – Salah satu tujuan pendidikan nasional adalah pembangunan karakter yang bersandar pada ideologi Pancasila. Sehingga, nation and character building yang kuat dan jelas menjadi suatu keharusan. Terlebih saat ini, kita menghadapi berbagai tantangan global yang harus disikapi dengan penguatan literasi, numerasi, dan karakter bagi peserta didik agar menjadi SDM unggul demi tercapainya Indonesia Maju.

Dengan tujuan mulia itulah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendirikan Pusat Penguatan Karakter (Puspeka). Kemendikbud berkomitmen untuk menguatkan pendidikan karakter terutama penanaman nilai Pancasila terus ditanamkan kepada pelajar.

Kepala Puspeka Kemendikbud Hendarman menegaskan, dengan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar negara maka akan ada perubahan paradigma dan mengubah perilaku seseorang, khususnya para pelajar menjadi lebih baik.

Baca Juga: Kemendikbud Gandeng PTN Dukung Pengembangan SDM Infrastruktur

”Tujuannya adalah membuat orang sadar, paham, dan akhirnya bergabung serta melakukan hal-hal yang baik sesuai Pancasila. Jika semua diajarkan dan dibiasakan, serta dilatih secara konsisten, maka akan menjadi karakter, dan budaya, dan ini semua membutuhkan keteladanan,” ucap Hendarman.

Enam Profil Pelajar Pancasila

Dibentuknya Pusat Penguatan Karakter itu sesuai dengan amanat Presiden RI dan RPJMN 2020-2024 bahwa kebijakan Kemendikbud berfokus pada pendidikan karakter.

”Pendidikan karakter perlu dilaksanakan di sekolah, di keluarga, dan di masyarakat. Pendidikan karakter bukanlah produk baru, bukan mata pelajaran baru, bukan kurikulum baru, melainkan penguatan atau fokus dari proses pembelajaran,” imbuhnya.

Diketahui, Kemendikbud memiliki visi membentuk SDM yang unggul yakni pelajar yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dengan profil Pelajar Pancasila.

Adapun Profil Pelajar Pancasila mengacu pada 6 aspek sesuai Permendikbud Nomor 22/2020 tentang Renstra Kemendikbud 2020-2024, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME serta berakhlak mulai, kebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Pengembangan SDM unggul harus bersifat holistik dan tidak terfokus kepada kemampuan kognitif saja. Dalam misinya mengenalkan Pancasila kepada para pelajar, Kemendikbud menerapkan strategi perubahan paradigma dan perubahan perilaku.

“Pendekatan adalah dengan menggunakan strategi komunikasi diawali dengan menyadarkan, lalu memahami, kemudian menjadi bergabung, dan akhirnya menjadi yang melakukan dengan mengajak orang lain berbuat yang sama,” ungkap Hendarman.

Inovasi Program BDR Melalui TVRI & Moda Lainnya

Agar pengamalan nilai Pancasila tetap berjalan dan penguatan karakter tercapai, Puspeka terus melakukan berbagai inovasi diantaranya dengan menyelenggarakan Program Belajar Dari Rumah melalui TVRI dengan menampilkan konten-konten menarik. Konten-konten tersebut diseleksi dari berbagai penyedia konten yang dipilih atas dasar karakter tertentu baik konten skala besar, skala menengah, hingga skala kecil (rutin).

“Cara ini diharapkan dapat memelihara antusiasme guru, siswa, dan orangtua terhadap pembelajaran daring dan memberikan pendidikan karakter yang krusial dan dibutuhkan dalam masa pandemi Covid-19,” jelasnya.

“Dalam menerapkan penguatan karakter berlandaskan Pancasila, seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan dan memberikan pengaruh dan dukungannya. Dalam hal ini, siswa dan mahasiswa tidak harus dijadikan obyek, tetapi mereka juga harus mengambil peran dan diberikan peran,” tuturnya.

Penyederhanaan Kurikulum

Di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, Puspeka terus melakukan penanaman nilai Pancasila dengan mendorong kepada penyederhanaan kurikulum yaitu kurikulum darurat dengan melakukan penyederhanaan kompetensi dasar.

Baca Juga: Kemendikbud Alokasikan Rp4,1 Triliun untuk KIP Kuliah

“Dengan pola yang sama maka penanaman nilai karakter dapat dilakukan dengan memilih nilai-nilai secara realistis dan konkret yang dapat dilakukan di rumah, karena orangtua yang mengambil alih peran guru,” terangnya.

Program Nobar Hingga Webinar

Tak hanya itu, dalam mendukung penguatan karakter berlandaskan Pancasila, terdapat pula program Nonton Bareng Virtual film battle of Surabaya. Nonton Bareng Virtual ini mengangkat tema “Indonesia Bangkit, Indonesia Maju” yang diikuti oleh 4.000 pelajar siswa pada jenjang SD/SDLB, SMP/SMPLB, serta SMA/SMALB atau SMKLB. Kemudian juga webinar penguatan karakter, serta lomba dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila bertema ‘Aku, Kamu, Dia dan Pancasila’.

Dalam webinar tersebut, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid selaku pembicara utama di diskusi tersebut menyampaikan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila dengan cara kreatif, agar generasi milenial dapat mengenali dan memahami nilai-nilai Pancasila secara sukarela. Hal tersebut penting agar Pancasila sebagai dasar negara tidak dilupakan dan disepelekan oleh generasi masa kini.

“Semangat gotong royong harus diajarkan melalui praktik nyata dan bukan sekadar wacana. Tentunya melalui kegiatan-kegiatan yang bernuansa kerja sama, dalam lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat,” pungkas Hilmar Farid.

oknws.

LEAVE A REPLY