Wanita ini mengaku diteror tagihan kredit online dengan kata-kata kasar

0
195

Surabaya, Nawacita – Seorang warga surabaya berinisial AN (36th) mengaku keberatan dengan teror tagihan kredit online yang setiap hari menghubunginya, ada sekitar 10 aplikasi pinjaman online yang setiap harinya selalu menghubungi siang dan malam dengan kata kata kasar dan mengancam.

Di ceritakan AN awalnya 3 bulan lalu menerima sms dari aplikasi DS yang menawarkan kredit tanpa jaminan senilai Rp. 2.500.000, karena berminat AN mengikuti langkah langkah yang di pandu lewat website tersebut.

Dengan cara menyertakan data diri, nama orang ibu kandung dan nama tempat kerja serta nomor rekening pribadi. “setelah selesai pengajuan satu hari kemudian kredit yang saya ajukan langsung masuk ke rekening saya senilai Rp 1.400.000” ungkap AN.

Selang beberapa hari kemudian, muncul sms penawaran serupa yang hampir sama dengan penawaran pertama, hingga ada sekitar 10 aplikasi online antara lain DS, TB, KTD, UC, DG, KBA
DT, BM, CP, PH, dan DG ketika di klik tiba tiba di minta menyetujui pengajuan kredit yang hampir sama. “besoknya saya cair lagi uang ke rek saya, ” ungkap AN, hal itu berlanjut berkali kali.

Masalah muncul setelah satu minggu uang cair. Saat membayar cicilan ternyata AN mendapati bunga pinjaman yang sangat besar, AN kemudian mulai curiga karena nilai cicilan yang di bayarkan sama sekali tidak mengurangi pokok pinjaman. AN kemudian berusaha mencari kantor daripada aplikasi pijaman online tersebut untuk klarifikasi, tetapi tidak satupun informasi akurat di dapatkannya karena ragu-ragu AN pun memutuskan untuk menghentikan pembayaran cicilan selanjutnya.

“setelah seminggu kemudian pihak Pinjaman online menagih melalui sms, WA, dan telepon, tetapi tidak ada satupun penjelasan yang lengkap mengenai sistem kredit dan besaran bunga yang di tekan”. Ujar AN

Padahal AN sudah beritikad baik akan menyelesaiakan cicilan sesuai pinjaman yang sudah di berikan, dengan cara mengangsur. Tetapi pihak aplikasi Pinjaman online tiba tiba minta pembayaran lunas saat itu juga, tentu saja hal itu membuat AN keberatan. “sejak itu sampe sekarang setiap hari saya di teror dengan kata kata kasar.” jelas AN. (kamis 20/08/2020)

Tidak hanya teror, pihak aplikasi pinjaman online juga menghubungi seluruh nomor tlp teman, kerabat hingga rekan kerja AN, sembari menyebarkan foto KTP dan menyebut AN sebagai Maling dan Buronan. Tentu saja hal ini cukup meresahkan dan mengganggu privasi AN. “saya merasa terganggu dengan cara ini, dan saya tidak tahu harus mengadu kepada siapa untuk mendapatkan perlindungan, agar terlepas dari teror semacam itu,! Pungkas AN yang berjanji siap membayar cicilan dengan cara mengangsur cicilan ini bila pihak pemberi pinjaman bisa di ajak bicara baik baik.

Rgo

LEAVE A REPLY