Viral, Gambar Baju Adat China di Uang Rp 75.000

0
357
Viral, Gambar Baju Adat China di Uang Rp 75.000.
Viral, Gambar Baju Adat China di Uang Rp 75.000.

JAKARTA, Nawacita – Bank Indonesia (BI) menegaskan tak ada baju adat asing dalam uang kertas khusus pecahan Rp 75.000. Hal itu untuk memberi tanggapan terkait viral adanya anggapan baju adat dari China di uang khusus tersebut.

Menurut Kepala Departemen Pengelolaan Uang Marlison Hakim, baju adat yang diklaim dari China itu merupakan baju adat salah satu suku di Kalimantan Utara. “Itu adalah baju adat dari Kalimantan Utara, adat suku Tidung ya Kalimantan Utara. Bukan dari China, ini asli daerah Indonesia,” ujar Marlison dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (18/8/2020).

Marlison menjelaskan, penggunaan baju adat tersebut telah disesuaikan oleh Pemerintah daerah dan Dinas Kebudayaan setempat, sehingga baju adat tersebut merupakan asli suku Tidung, Kalimantan Utara.

Baca Juga: Uang Pecahan Baru Rp75.000 Resmi Diluncurkan, Berikut Faktanya

“Coba carilah di google, baju adat suku Tidung, ya keluarnya akan seperti itu. Kita menampilkan 9 baju daerah ini untuk merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia melalui pakaian daerah itu,” jelas dia.

Selain pemerintah daerah, tambah Marlison, BI juga berdiskusi dengan budayawan untuk memilih baju-baju adat di uang khusus Rp 75.000. “Tahapannya itu kita juga membicarakan dengan budayawan sampai sejarawan. Proses pemilihannya juga panjang,” ucap dia.

Baca Juga: Pemerintah dan Bank Indonesia Resmikan Pengeluaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia

Sebelumnya, BI telah menerbitkan uang kertas khusus memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-75 bernilai Rp 75.000. Dalam uang khusus tersebut banyak gambar yang memiliki makna Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi menerangkan, dalam sisi depan usang terdapat gambar peristiwa pengibaran bendera saat proklamasi. Hal ini, lanjutnya, untuk mengenang para proklamator menyampaikan isi proklamasi. “Ada gunungan yang memiliki filosofi sebagai pembuka dan permulaan lembaran baru. Kita juga melihat disitu hasil kemerdekaan kita,” kata Rosmaya.

Kemudian, tutur Rosmaya, terdapat juga gambar anak-anak mewakili wilayah barat dan timur untuk memperteguh kebhinekaan. Terdapat pula, gambar satelit merah putih yang sebagai gambaran kekokohan dan jembatan komunikasi Negara Indonesia.

“Kemudian kalau kita lihat era global dengan peta Indonesia emas kita lihat pada bola dunia yang melambangkan peran strategis Indonesia dalam kancah global. Serta anak-anak Indonesia tadi menggambarkan SDM yang unggul di era indonesia maju,” imbuh dia.

suanws.

LEAVE A REPLY