BPJamsostek Beri Santunan Korban Ledakan Pabrik Bioethanol

0
88
BPJamsostek Beri Santunan Korban Ledakan Pabrik Bioethanol.
BPJamsostek Beri Santunan Korban Ledakan Pabrik Bioethanol.

SURABAYA, Nawacita – BPJamsostek akan memberikan santunan kepada pekerja korban ledakan pabrik bioethanol PT Energi Agro Nusantara. Santunan diberikan kepada korban meninggal, dan yang masih menjalani perawatan medis.

Deputi Direktur BPJamsostek Wilayah Jawa Timur, Dodo Suharto mengatakan, ledakan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, satu orang luka berat, dan sembilan lainnya mengalami luka bakar. Mereka merupakan pekerja dari perusahaan sub kontraktor PT. Barata Indonesia selaku pelaksana proyek.

Korban meninggal dunia diidentifikasi atas nama Eka Dyan Wahyuliono terdaftar pada program jasa konstruksi BPJamsostek dan mendapat santunan kecelakaan kerja. Sementara itu korban luka-luka mendapatkan perawatan di Rumah Sakit dan dibiayai sepenuhnya oleh BPJamsostek sampai sembuh sesuai indikasi medis.

Baca Juga: Kenaikan Iuran dan Denda BPJS Kesehatan Tetap Berlaku

“BPJamsostek memastikan para korban akan mendapatkan haknya dan akan diproses secepatnya,” katanya. Dodo mengungkapkan, pihaknya turut berduka yang sedalam-dalamnya kepada korban yang tertimpa musibah. Ia berharap keluarga korban dapat ikhlas dan bersabar dengan peristiwa ini.

Sesuai aturan yang ada pada BPJamsostek, ahli waris akan diberikan santunan kecelakaan kerja sebesar 48 kali upah yang dilaporkan. Dan yang lainnya akan kami beri perawatan hingga sembuh tanpa batas biaya (unlimited) sesuai indikasi medis.

Baca Juga: Tangani Permasalahan Klaim Pasien Covid-19, Gubernur Khofifah Minta BPJS Kesehatan Beri Asistensi di RS Rujukan

“Kami memahami bahwa kehilangan keluarga tercinta tak dapat tergantikan oleh apapun. Namun santunan yang kami berikan ini diharapkan bisa membantu keluarga yang ditinggalkan untuk menata hidup ke depan lebih baik lagi dari segi ekonomi,” ujarnya.

Pada kesempatan ini juga, Dodo mengimbau kepada seluruh pengusaha dan pekerja baik penerima upah, bukan penerima upah, pekerja jasa konstruksi, serta pekerja migran Indonesia, untuk memproteksi diri dengan menjadi peserta BPJamsostek.

“Hal ini merupakan bukti nyata negara hadir untuk memberikan kepastian perlindungan atas risiko sosial dan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Dodo.

sdnws.

LEAVE A REPLY