Layanan Perkuliahan Secara Daring Dimasa Pandemi

0
421

Nawacita Pandemi virus Corona (Covid-19) ini menuntut perubahan pada kehidupan sehari-hari. Masyarakat harus melakukan adaptasi dengan kondisi yang ada seperti mengurangi pertemuan langsung secara fisik. Adaptasi ini pun berlaku juga pada penyelenggaraan perkuliahan. Kebijakan Pemerintah untuk mencegah menyebarnya virus ini telah banyak dikeluarkan, tentunya berdampak pada tata cara perkuliahan yang diberikan oleh perguruan tinggi. Perkuliahan secara daring dipilih sebagai cara paling sesuai untuk menjalankan kegiatan belajar tanpa harus dengan tatap muka antara dosen dan mahasiswa.

Mahasiswa dan dosen dituntut dengan cepat untuk memahami dan mempraktekkan perkuliahan secara daring untuk menjalankan aktivitas belajar. Cara ini dilakukan dengan menggunakan berbagai macam aplikasi pertemuan online yang telah tersedia seperti Google Meet, Google Classroom, dan Zoom. Dengan aplikasi-aplikasi perkuliahan dapat dilakukan dirumah masing-masing. Dosen dapat menjelaskan materi, memberikan tugas, dan membuka diskusi secara virtual sehingga masa perkuliahan tidak terhambat.

Aktivitas perkuliahan secara daring bukan berarti tanpa kendala. Kendala kendala tersebut harus diatasi secara bersama baik oleh kampus penyelenggara pendidikan maupun mahasiswa sebagai penerima jasa pendidikan. Kendala yang didapatkan antara lain:

Yang pertama, tersedianya koneksi internet bagi setiap dosen dan mahasiswa. Koneksi internet disetiap tempat tentunya berbeda. Terdapat daerah yang memiliki koneksi internet yang buruk sehingga menyulitkan untuk tersambung kedalam aplikasi yang digunakan. Selain itu jenis layanan koneksi internet yang berbeda-beda serta besarnya biaya yang dikeluarkan tentunya menjadi pertimbangan. Tidak semua mahasiswa mampu mendapatkan koneksi yang baik terlebih banyak mahasiswa yang tinggal di daerah yang belum menyediakan layanan internet jadi mahasiswa harus berada di tempat yang memiliki koneksi internet yang baik agar dapat dengan lancar mengikuti perkuliahan.

Baca Juga: Sekolah Tatap Muka Akan Segera Diterapkan di Surabaya

Kedua, pemahaman dalam menjalankan aplikasi yang digunakan untuk kegiatan perkuliahan. Banyaknya aplikasi yang tersedia tentu memberikan pilihan untuk menggunakan aplikasi yang sesuai. Permasalahannya adalah seluruh peserta perkuliahan harus dapat mengoperasikan teknologi tersebut. Dosen dan mahasiswa dituntut untuk cepat memahami dan beradaptasi dengan aplikasi yang digunakan. Namun dengan mudahnya memperoleh informasi permasalahan ini dapat teratasi dengan mudah.

Yang ketiga adalah bentuk tatacara perkuliahan yang tidak biasa. Kebiasaan kuliah tatap muka tentu memberikan kesenjangan bagi dosen dan mahasiswa dalam menjalankan perkuliahan secara daring. Kebiasaan tersebut seperti diskusi dan tanya jawab yang dengan mudah dilakukan. Dosen dengan mudah menjelaskan dan mempraktekkan komunikasi secara verbal dan non verbal di depan kelas. Hal ini tentunya sulit bagi perkuliahan secara daring dikarenakan kemampuan menerima materi yang berbeda-beda dari tiap-tiap mahasiswa. Kalau dikelas dosen dengan mudah menjelaskannya secara berulang-ulang, namun tidak secara daring. Kelemahan-kelemahan sebelumnya cukup berperan dalam hal ini seperti distorsi suara, delay, hingga terputus dari koneksi yang sangat mengganggu dalam proses menerima materi yang disampaikan.

Baca Juga: Tantangan Perkuliahan di Masa COVID

Perkuliahan secara daring tentunya menjadi solusi untuk permasalahan wabah pandemi Covid-19 namun bukan berarti hal ini tanpa permasalahan. Tentunya penyedia layanan pendidikan harus mempertimbangkan permasalahan itu. Selain itu mahasiswa juga harus rajin dalam mencari materi-materi yang telah disampaikan diluar perkuliahan dikarenakan kurang optimalnya proses penyampaian materi secara daring. Ini bukan hanya soal memindahkan perkuliahan dari tatap muka menjadi virtual namun juga soal menjaga kualitas layanan yang diberikan sehingga dapat memperoleh hasil yang sama bahkan lebih baik.

Dari segala permasalahan yang ada, tentunya juga terdapat hal yang positif dalam aktivitas perkuliahan secara daring.  Hal itu antara lain adalah pemahaman teknologi komunikasi virtual secara cepat bagi para peserta pendidikan sehingga dapat memberikan manfaat untuk kegiatan lainnya yang membutuhkan pertemuan secara daring. Hal ini sangat bermanfaat dalam efisiensi waktu serta biaya operasional dibandingkan melakukan perkuliahan secara tatap muka. Perkuliahan secara daring membuat kita menyadari bahwa kita dapat berhubungan walaupun dengan jarak yang sangat jauh.

M. Faris Fakhri S.M

Penulis adalah mahasiswa Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura Pontianak

LEAVE A REPLY