Menparekraf Wishnutama Ajak Setiap Daerah Pariwisata Siapkan Strategi Khusus

0
73
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf),Wishnutama Kusubandio.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf),Wishnutama Kusubandio.

JAKARTA, Nawacita Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf),Wishnutama Kusubandio memuji upaya Banyuwangi dalam menciptakan daya tarik wisata baru di tengah pandemi Covid-19. Ini sangat penting guna menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk kembali berwisata ke Indonesia.

Wishnutama mengatakan, sektor pariwisata Indonesia sudah tidak bisa lagi mengandalkan pada kekayaan budaya atau keindahan alam saja. Kini saatnya pemerintah daerah dan pelaku wisata berinovasi dalam menciptakan daya tarik baru. Guna mewujudkan hal tersebut, Wishnutama meminta agar setiap daerah menyiapkan strategi khusus seperti Kabupaten Banyuwangi dengan konsep homestay-nya.

“Konsep yang diusung Banyuwangi ini cerdas. Mereka telah menentukan hotel yang bisa dibangun itu minimal bintang 3 ke atas. Sehingga mereka bisa memberdayakan masyarakat setempat untuk mengembangkan homestay. Dengan demikian, masyarakat bisa merasakan secara langsung dampak dari kemajuan pariwisata di daerah mereka,” kata Wishnutama dalam diskusi di Pendopo Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (29/7/2020).

Baca Juga: 11 September Pariwisata Bali Di Buka Kembali Untuk Wisatawan Asing

Lebih lanjut Wishnutama menjelaskan, pembuatan event-event pariwisata sejatinya juga dapat menghasilkan daya tarik baru, terkhusus bagi wisatawan mancanegara. Banyuwangi, sekali lagi, telah merancang sejumlah event khusus seperti Tour de Banyuwangi dan World Surf League yang rencananya akan diselenggarakan pada 2021 mendatang.

Kedua event tersebut berskala internasional, dan dipercaya dapat mendatangkan lebih banyak lagi wisman ke Indonesia, khususnya di Kabupaten Banyuwangi itu sendiri.

Namun di sisi lain, Menparekraf Wishnutama juga mencatat sejumlah PR besar bagi industri pariwisata Tanah Air. Termasuk untuk urusan konektivitas penerbangan yang dinilai belum convenient atau nyaman bagi wisatawan.

Baca Juga: New Normal, Pemprov Jatim Incar Wisatawan Domestik

“Sekarang bagaimana kita membuat konektivitas yang convenient, bukan hanya ke luar negeri. Tetapi juga antar kota atau domestik. Sehingga ke depannya kita tidak hanya menjual potensi yang dimiliki Bali saja, tapi bisa mencari potensi-potensi di tempat lain juga,” ujar Wishnutama.

Tentunya dalam masa pandemi Covid-19 ini, diperlukan perhatian khusus dalam pelaksanaan protokol kesehatan. Bukan tanpa alasan, Wishnutama mengatakan, bahwa bisnis pariwisata sejatinya adalah bisnis kepercayaan. Sehingga elemen-elemen penting seperti protokol kesehatan ini harus dijalankan dengan baik.

“Saya harap pelaku wisata di Banyuwangi betul-betul melaksanakan protokol kesehatan dengan penuh tanggung jawab dan kepedulian. Ini yang harus dilakukan sampai vaksin corona berhasil diproduksi. Karena kalau kepercayaan wisatawan hilang, butuh waktu yang lama untuk mengembalikannya,” tutup Wishnutama.

oknws.

LEAVE A REPLY