Tgk syekhy : Pemimpin Aceh kedepan Harus Lahir dari Independen

0
319

Aceh, Nawacita – Tgk ,Sufaini Usman Syehky Presidium GAM Independen Menyampaikan , Bahwasanya Perdamaian Gerakan Aceh merdeka dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI) Sudah Memasuki tahun ke 15, Pasca Perdamaian MOU Helsinki Lahirnya UUPA No 11 2006 tentang kekhususan Aceh, yang hanya segelintir Oknum yang terlibat dalam pengambilan damai tersebut . (Selasa, 30 Juli 2020)

Terang Syehky juga Jubir GAM Australia ini bahwa Pasca tahun 2006 Aceh mengalami sorotan panjang, pada tanggal 11 November 2006 Terselenggaranya Pilkada pertama Secara langsung di Aceh, saat itu Pasangan Drh . Irwandi Yusuf- Muhammad Nazar terpilih dari Independen masyarakat dengan galangan masa Rakyat, kita lihat bersama banyak Hal yang bisa di lakukan oleh Kedua pasangan tersebut pada tahun pertama dan kedua menjabat, persoalan menurunkan angka kemiskinan dilakukan oleh keduanya, juga JKA yang sangat membekas di kalangan masyarakat Aceh, memang Keterbukaan kata Syekhy pasangan independen Irwandi-Nazar kala itu bisa menstigma bahwa sosok gebernur tersubut jadi idola bagi masyarakat Aceh.

Selanjutnya di kontestasi Pilkada 2012 Di menenangkan oleh Pasangan dr.Zaini Abdullah-Muzakkir Manaf yang Diusung oleh Partai Politik Lokal Aceh Yaitu Partai Aceh dan saat itu calon independen atau kekuatan rakyat di kalahkan oleh Partai politik .

Kata syehky saat masyarakat Aceh di pimpin oleh gerombolan Partai politik Aceh sedikit demi sedikit terkikis dari Maruah keacehan nya, gebernur dan wakil gubernur hanya sibuk mementingkan Kelompok nya saja yaitu partai nya , masyarakat, dan keluarga nya saja. Masyarakat tidak ada kepedulian yang mendalam kata syehky, angka kemiskinan bertambah, pengangguran meningkat, juga keterbukaan lapangan sangat sedikit dari situlah kita milihat Pasangan Doto Zaini Mualem sama sekali tidak pro kepada Rakyat Aceh, malah saat itu membiarkan masyarakat Aceh termiskin nomor satu di Sumatra , sedangkan Meraka asyik bertengkar secara internal kepartaian nya urai syehky.

Di tahun 2017 yang lalu lagi-lagi diadakan kontestan Pimilihan langsung pilkada Aceh, saat ini Pasangan Irwandi-Nova di usang oleh Partai Politik Demokrat tentu. harapan ada untuk masyarakat Aceh saat itu, Tiba-tiba irwandi Tahun 2018 Terjerumus korupsi 500 juta rupiah yang saat ini di vonis oleh Jaksa 6 tahun penjara justru kasusnya malah dibiarkan proses, tapi tidak ada bukti yang tidak jelas dalam tuduhan kedapatan tersebut. Syekh milihat dan memantau Kepemimpinan Nova selepas Irwandi di tangkap dan Nova menjabat sebagai PLT gubernur saat ini. Tentu ini kata syehky saat Nova Pemimpin tidak ada lagi kepedulian kepada masyarakat Aceh, dibiarkan masyarakat Aceh terpuruk dengan kemiskinan juga persoalan Kekhususan Aceh tidak pernah di hiraukan sebut syekh hanya menghiraukan kelompok nya saja kali ini.

Hari ini Pusat meneropong bagaimana perjalanan politik Atjeh Pasca Perdamaian MOU Helsinki , tentu kata syehky banyak pimpinan dan tokoh gerakan Atjeh merdeka yang sudah terlibat dalam partai politik kata Syekhy mereka itu sudah mengejar jabatan, karier dan juga posisi- posisi yang enak justru hanya untuk kepentingan pribadi dan golongan, kini tidak sedikit kepedulian kepada MOU Helsinki butir damia yang sebagai tertera dalam mandat rakyat, kini itu semua Sedikit tidak difikirkan oleh pera peetingingi tersebut cutus syehky.

Maka hari ini dan kondisi saat inu kita harap masyarakat Aceh jangan terlena dengan tokoh-tokoh yang bawa isu MoU HELSHINGKI kedepan ketika kontestasi yang masih dalam krombolan partai politik , itu semua hanyalah kefanah angin surga untuk membodohi masyarakat aceh tegas Syekhy sampaikan, kecuali kedepan Pemimpin Atjeh lahir dari independen dan kekuatan rakyat maka ini akan menjadi harapan dalam memperjuangkan MOU helnsinki agar utuh dan bisa memaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat Aceh sampai Tgk syehky.

Sekali lagi tugas Syekhy kepada masyarakat Atjeh ketika pemimpin di usung dan dipilih oleh partai , maka saya nyakin dan percaya gebernur tersebut hanya tunduk dan patuh pada hirarki kepartaian dan tidak sedikit peduli kepada kepentingan Masyarakat atjeh hari ini tutup Syekhy.

Reporter : Nurul Fazri

LEAVE A REPLY