Mahasiswa KKN UGM Mengajar Siswa SD dari Rumah

0
47
foto : pengabdian mahasiswa
Ilustrasi Mahasiswa UGM yang Sedang Melakukan KKN

Nawacita – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Nadiem Makarim meminta tema program Kuliah Kerja Nyata ( KKN) mahasiswa juga mencakup pendidikan dan pengajaran bagi siswa sekolah dasar yang selama ini kesulitan belajar karena keterbatasan akses teknologi. Hal tersebut ia sampaikan secara virtual saat melepas 4.504 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (29/6/2020). Rencananya, para mahasiswa UGM tersebut akan diterjunkan di 27 provinsi, 77 kabupaten dan 263 desa di seluruh Indonesia dari 29 Juni hingga 18 Agustus mendatang.

“Saya harap semester depan banyak mahasiswa UGM dan kampus lain membimbing anak SD belajar dari rumah, menjadi pembimbing pembelajaran mereka,” papar Nadiem seperti dilansir dari laman UGM, Selasa (30/6/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Nadiem juga menyampaikan apresiasi atas inovasi UGM dalam melakukan program kegiatan KKN secara daring yang sebelumnya dilakukan dengan terjun ke lapangan dan berinteraksi langsung dengan warga. Kegiatan KKN daring ini dilakukan secara online untuk melindungi kesehatan dan keselamatan mahasiswa serta masyarakat dari penularan Covid-19. Menurutnya, periode kegiatan KKN selama kurang lebih dua bulan belum cukup. Bila merujuk pada konsep Kampus Merdeka yang ia canangkan, nantinya selama dua semester mahasiswa akan belajar di luar kampus baik untuk kegiatan KKN, magang serta pertukaran mahasiswa.

“Melakukan program dengan mengambil seperempat waktu mahasiswa S1. Satu tahun dari empat tahun (kuliah) bisa dilakukan di luar kampus. Mereka harus belajar di luar kampus,” terang Nadiem.

Rektor UGM Prof. Panut Mulyono mengatakan di tengah masa pandemi Covid-19 tidak memungkinkan interaksi mahasiswa dengan masyarakat, sehingga dilakukan secara daring agar tak menghambat studi mahasiswa.

“Kita tidak ingin mahasiswa terlambat masa studinya apalagi KKN sebagai mata kuliah wajib yang harus terus terselenggara dan memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan mahasiswa serta masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua Umum Kagama Ganjar Pranowo dalam sambutan pengarahannya menyampaikan agar mahasiswa mengedukasi warga masyarakat yang selama ini mengalami kekhawatiran terhadap Covid-19. Apalagi, lanjut dia, kegiatan vaksinasi di posyandu hingga suntik KB pun tidak lagi berjalan karena takut tertular.

“ Mahasiswa bisa mengedukasi warga soal Covid,” katanya.

Di samping edukasi pencegahan Covid, ia juga meminta mahasiswa untuk membantu pendataan secara digital terhadap kelompok masyarakat yang selama ini terdampak dari Covid. Sebab, banyak data penyerahan bantuan sosial yang tidak tepat sasaran karena data yang tidak tepat.

Kompas.com

LEAVE A REPLY