Koran AS Minta Maaf Pasca Memuat Iklan Islam Akan Membom Nuklir Nashville

0
239
The Tennessean, meminta maaf setelah memuat iklan yang menyebutkan 'Islam akan meledakkan perangkat nuklir di Nashville, Tennessee'.
The Tennessean, meminta maaf setelah memuat iklan yang menyebutkan 'Islam akan meledakkan perangkat nuklir di Nashville, Tennessee'.

NASHVILLE, Nawacita – Surat kabar di Amerika Serikat (AS), The Tennessean, meminta maaf setelah memuat iklan yang menyebutkan ‘Islam akan meledakkan perangkat nuklir di Nashville, Tennessee’. Pemilik koran mengklaim tidak memeriksa sehingga iklan itu bisa lolos cetak.

Iklan itu diterbitkan pada akhir pekan lalu. Pemasang iklan adalah sebuah kelompok sayap kanan bernama The Ministry of Future for America. Kelompok ini memiliki ikatan dengan Presiden AS Donald Trump.

“Islam akan meledakkan perangkat nuklir di Nashville, Tennessee, pada 18 Juli,” bunyi penggalan iklan satu halaman tersebut. Menurut iklan itu, klaim serangan bom nuklir mengacu pada nubuat Alkitab. Iklan yang mendiskreditkan Islam itu juga memajang foto Presiden Donald Trump dan pemimpin Vatikan Paus Fransiskus (Francis).

Baca Juga: Polisi Wuhan Diminta Minta Maaf pada ahli Waris Dokter Pengungkap Covid-19

Kevin Gentzel, kepala petugas pendapatan di Gannett, yang memiliki surat kabar The Tennessean, mengatakan penerbit sedang meluncurkan penyelidikan internal untuk menentukan bagaimana iklan itu bisa dicetak.

“Kami sangat mengutuk pesan (iklan) dan meminta maaf kepada pembaca kami,” kata Gantzel via Twitter. Editor The Tennessean, Michael Anastasi, ikut mengutuk iklan tersebut. “Iklan ini mengerikan dan sama sekali tidak dapat dipertahankan dalam segala situasi. Ini salah, titik, dan seharusnya tidak pernah dipublikasikan,” katanya.
Baca Juga: Menkes Jepang Minta Maaf Soal Kelalaian Pemeriksaan Corona

“Ini telah melukai anggota komunitas kami dan karyawan kami sendiri dan ini membuat saya sedih. Ini tidak konsisten dengan semua yang The Tennessean pertahankan sebagai institusi,” kata Anastasi, seperti dikutip The Guardian, Senin (22/6/2020).

Namun, publik tetap menyalahkan penerbit surat kabar tersebut dengan argumen bahwa beriklan di surat kabar itu tidak memiliki akuntabilitas yang sama dengan editorialnya.
Menurut laporan media-media lokal, The Tennessean memiliki sejarah panjang dalam melaporkan kegiatan anti-Islam di halaman-halamannya.

“Saya frustasi saya tidak bisa mengetahui lebih banyak karena cuti,” tulis reporter surat kabar itu, Natalie Ellison, di Twitter. “Wartawan @Tennessean lainnya secara konsisten mengidentifikasi dan menulis tentang upaya anti-Islam setempat.”

sdnws.

LEAVE A REPLY